0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sidang Yakssi Ditunda, FPI Kecewa

Front Pembela Isalam (FPI) Surakarta melakukan orasi di depan PN Sragen. (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Untuk ke sekian kalinya puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI) mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Sragen, Senin (11/6), untuk menyaksikan jalannya persidangan kasus Yayasan Kesehatan dan Sosial Sarekat Islam (Yakssi) Gemolong, Sragen.

Namun, betapa kecewanya FPI setelah mengetahui sidang tidak jadi dilaksanakan dan ditunda pada Senin pekan depan. FPI merasa dilecehkan dengan adanya penundaan sidang kasus Yakssi yang melibatkan terdakwa, Sudarman. Mereka akhirnya melakukan orasi di halaman Gedung PN. Mereka menyampaikan pernyataan sikap yang berisi tentang bobroknya penegak hukum di PN Sragen. Mereka meminta agar PN Sragen menjelaskan alasan penundaan sidang kasus Yakssi secara transparan.

Ketua FPI Surakarta, Khoirul kepada wartawan, mengatakan, pihaknya merasa dipermainkan oleh PN Sragen dengan ditundanya sidang kasus Yakssi. Dia juga merasa tidak puas dengan penjelasan dari Kepala Humas PN Sragen, Sahat P Sihombing, yang tidak bisa memberikan alasan yang jelas atas penundan sidang tersebut dan dianggap melecehkan FPI.

“Kami sudah lama tidak mengawal kasus Yakssi di PN. Tapi ketika kami datang untuk mengawal sidang ternyata pihak majelis hakim menunda sidang. Ada apa ini? Kami menduga penundaan itu terkait karena kedatangan FPI. Kita juga sudah meminta penjelasan dari Humas, Saat Sihombing, tetapi dia tidak bisa menjelaskan. Kami nanti akan datang lagi di sini dengan membawa massa yang lebih besar dari sekarang,” kata Khoirul.

Sementara itu Humas PN Sragen, Sahat P Sihombing, mengatakan, dalam proses persidangan ada tahapan-tahapan pemeriksaan yang harus dilalui. Agenda pada hari ini (Senin, 11/6) adalah menghadirkan saksi yang meringankan atau ade charge. Tetapi ternyata pihak kuasa hukum terdakwa belum menghadirkan saksi ade charge yang dimaksud. Sementara, kata Saat, pihak FPI menghendaki agenda hari ini adalah pembacaan tuntutan.

“Jadi mana kata-kata saya yang melecehkan FPI? Mereka mengira kalau agenda sidang pada hari ini (Senin) adalah pembacaan tuntutan. Padahal agenda hari ini adalah masih pemeriksaan saksi dengan menghadirkan saksi uyang meringankan atau saksi ade charge. Saya hanya menyampaikan tahapan persidangan,” katanya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge