0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dewan Adat Keraton Setingkat Ormas?

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (timlo.net - dhefi)

Solo – Lembaga Dewan Adat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ternyata berbentuk organisasi massa (Ormas). Keberadaan lembaga yang memicu pro dan kontra di kalangan kerabat keraton tersebut akhirnya terkuak.

Dari penelusuran yang dilakukan oleh wartawan, Lembaga Dewan Adat tercatat dalam Surat Keterangan Terdaftar (SKT) no. 220/151/II/2011 oleh kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kota Solo tertanggal 21 Februari 2011. Lembaga tersebut diketuai oleh GRAy Koes Moertiyah, dengan Sekretaris GRAy Koes Isbandiyah dan bendahara GRAy Koes Indriyah. Sementara, masa berlaku SKT dari tahun 2010-2015.

Ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Kesbangpol kota Solo Suharso membenarkannya. “Memang benar. Ormas itu bergerak di bidang kebudayaan, yang tugasnya melestarikan kebudayaan dan menjaga eksistensi keraton,” katanya kepada wartawan, Selasa (12/6). Ia mengatakan, syarat-syarat menjadi ormas sudah terpenuhi, sehingga pihaknya memposisikan lembaga dewan adat sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan.

Semetara, salah satu putra Paku Buwono XII, GPH. Suryo Wicaksono mengatakan, pendirian lembaga dewan adat tahun lalu ternyata tanpa sepengetahuan Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi. “Sinuhun sendiri tidak menggubris keberadaan lembaga itu, wong pendiriannya saja tanpa sepengetahuannya kok,” katanya ketika dikonfirmasi via telepon.

Menurutnya, keberadaan dewan adat di tubuh keraton justru menurunkan wibawa keraton sendiri. “Kedudukan keraton dalam Keppres no. 23 tahun 1988 kan sudah jelas. Dengan adanya lembaga dewan adat, justru menurunkan lembaga keraton menjadi setingkat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dong,” terangnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge