0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengukuran Proyek Tol Semarang – Solo Dimulai

Sejumlah petugas tengah melakukan pengukuran lahan yang akan dipakai untuk pembangunan jalan (dok.timlo.net/byl)

Boyolali —  Panitia Pengadaan Tanah Proyek Jalan Tol Semarang – Solo mulai melakukan pengukuran tanah di wilatyah Banyudono, Boyolali. Setelah sebelumnya batal melakukan pengukuran tanah di wilayah Desa Denggungan, kali ini pengukuran tanah bergeser ke Desa Bangak.

Batalnya pengukuran tanah di Desa Denggungan disebabkan pematokan batas kepemilikan tanah belum selesai. Padahal, batas tanah sangat penting untuk memudahkan validasi data. ”Batal di Denggungan, kita bergeser di Bangak, tapi tetap kita ukur nanti setelah pematokan selesai,” ungkap petugas P2T, Distanto Vendy, Selasa (12/6).

Pengukuran di wilayah Desa Bangak sendiri selain melibatkan tim P2T juga petugas BPN, perangkat desa, Polri dan TNI. Pengukuran dimulai di Bangak diprioritaskan di areal persawahan dan pekarangan. Sementara untuk pendataan bangunan dan tanaman menunggu pengukuran selesai.

“Kita sekaligus melakukan survei, nantinya yang akan menentukan berapa luasan yang akan terkena proyek jalan tol Semarang- Solo,” papar Vendy di sela-sela pengukuran. Setelah itu baru akan dilakukan validasi data sebagai dasar musyawarah nilai ganti rugi. Pengukuran di wilayah Banyudono diperkirakan akan selesai dalam waktu 1,5 bulan ini.

Sementara itu, Sekdes Bangak, Sutono, mengaku, untuk luasan tanah dan pekarangan di wilayahnya yang terkena proyek jalan tol Semarang – Solo sebanyak 130 bidang tanah. Meliputi 115 bidang tanah sawah, 1 bidang tanah kas desa dan 14 bidang tanah tegalan dan pekarangan. (byl)



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge