0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gara-gara Diserang Jamur Busuk

Tinggalkan Inpari, Petani Klaten Beralih Tanam IR 64

Seorang petani di Klaten sedang sibuk memanen padi di lahan sawah miliknya (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten – Petani Desa Kokosan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten mulai memilih menanam padi jenis Ciherang dan IR-64. Dipilihnya dua jenis varietas tersebut menyusul serangan jamur busuk yang merusak tanaman padi jenis Inpari 13 yang sebelumnya di tanam petani di wilayah ini.

“Dipilihnya jenis padi Ciherang dan IR-64 ini karena lebih tahan terhadap jamur busuk,” ujar Ketua Kelompok Tani Makmur II Desa Kokosan, Heri Suranto di sela panen raya padi varietas Ciherang dan IR-64, Selasa (12/6).

Heri menjelaskan, pada musim tanam (MT) lalu, hampir 70 persen dari 40 hektare tanaman padi jenis Inpari 13 diserang jamur busuk. Jamur ini menyerang pada malai padi yang menyebabkan bulir padi kopong.

“Munculnya jamur busuk ini disebabkan oleh faktor tingginya curah hujan beberapa waktu lalu. Hal ini menyebabkan petani merugi karena hasil panen tidak maksimal,” ungkap Heri.

Akibat dari serangan jamur busuk ini, sejumlah petani di Desa Kokosan mulai beralih menanam dengan padi varietas yang lebih tahan terhadap jamur busuk, seperti Ciherang dan IR-64.

“Pada panen raya kali ini, harga jenis padi Ciherang dan IR-64 sekitar Rp 3.300 perkilogram gabah kering panen (GKP) dan beras mencapai Rp 7.700 perkilogramnya,” imbuh Heri.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge