0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Seputar Dana dari Kemendiknas

Rektor UNS: Saya Siap Dipanggil KPK

dok.timlo.net/niza novita
Prof Dr Ravik Karsidi MS, Rektor UNS (dok.timlo.net/niza novita)

Solo — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta disebut-sebut sebagai bagian dari 16 universitas negeri di Indonesia yang mendapat kucuran dana dari Kementerian Pendidikan Nasional (sekarang Kemendikbud) senilai ratusan miliar yang belakangan diduga masuk ke kantong anggota DPR. Nah, kasus ini pun tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lalu, bagaimana tanggapan Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi MS?

”Sebagai warga negara yang baik, tentunya saya harus siap jika dimintai keterangan oleh KPK,” kata Rektor UNS Ravik Karsidi, usai jumpa pers tentang pelaksanaan Ujian Tulis SNMPYN hari pertama di Solo, Selasa (12/6).

Hanya, sejauh ini pihak UNS belum menerima surat pemanggilan dari KPK. Prof Ravik juga mengaku belum mengetahui secara rinci mengenai dana sebesar Rp 40 miliar dari Kemdiknas untuk UNS yang disebut-sebut diselewengkan tersebut. “Saya kan rektor baru. Kalau Dikti (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) menetapkan anggaran, universitas mengajukan ke Dikti. Dan UNS dapat anggaran Rp 448 miliar. Nah yang dimaksud 40 Miliar yang mana?” tanyanya.

“Pada kepemimpinan saya tahun 2011, kami telah membentuk Unit pelayanan pengadaan barang dan jasa di UNS, kalau istilahnya sekarang ini LPSE (Layanan Pengadaan Sistem Elektronik). Dan UNS selalu mendapat penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama ini. Kami sudah membentuk Unit pengadaan barang dan jasa pada bulan September tahun 2011,” rincinya.

Sejauh ini KPK baru menetapkan tersangka Angelina Sondakh, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat terkait penerimaan hadiah pembahasan anggaran 16 universitas tersebut.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge