0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tolak Pemberian Gelar Bangsawan

Jokowi: Saya Belum Berjasa pada Keraton

Dwitunggal Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, PB XIII Hangebhi Tedjowulan saat di Balaikota Surakarta, beberapa waktu lalu (dok.timlo.net/iwan kawul)

Solo — Walikota Solo Joko Widodo akhirnya terbuka soal penolakannya diberi gelar bangsawan oleh Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Sedianya, Jokowi, sapaan walikota, akan diberi gelar bangsawan saat Jumenengan Paku Buwono (PB) XIII Sinuhun Hangabehi yang akan digelar pada tanggal 15 Juni.

Jokowi mengungkapkan, dirinya merasa belum pantas mendapatkan gelar bangsawan dari keraton. “Saya belum berjasa pada keraton. Yang berhak mendapatkan gelar adalah orang yang berjasa pada keraton,” ungkapnya, Selasa (12/6), di Balaikota.

Jika selama ini Jokowi dinilai berjasa atas upayanya mendamaikan kerabat keraton dengan mendukung upaya rekonsiliasi (Hangabehi-Tedjowulan –Red), Jokowi menampiknya. Menurutnya, itu sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai kepala daerah, dalam hal ini walikota. “Itu sudah menjadi tugas saya agar keraton menjadi rukun,” tuturnya.

Ia mengaku, pada hari Jumenengan nanti akan datang ke keraton, sebagai tamu undangan saja. “Kami akan datang bersama dengan Muspida,” terangnya.

Saat Jumenengan nanti, sejumlah menteri akan mendapatkan gelar bangsawan dari PB XIII Hangabehi. Diantaranya, Menteri PU Djoko Kirmanto,  Mendikbud Muhammad Nuh, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu dan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Selain itu, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dan 500 orang lainnya juga akan mendapatkan gelar bangsawan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge