0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pekan Wayang Jawa Tengah 2012

Wayang Hip Hop, Werkudara Bergaya Rapper

Pementasan wayang hip hop di TBJT (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Pekan Wayang Jawa Tengah 2012 yang diselenggarakan di Pendhapa Ageng Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Kentingan, Jebres, Solo, menyuguhkan tontonan yang memang menghibur penonton. Pada pertunjukan awal misalnya, ditampilkan wayang yang telah dipadu-padankan dengan gaya rapper. Pertunjukan yang kemudian disebut wayang hip hop tersebut digarap apik serta menyuguhkan pertunjukan wayang yang berbeda dengan wayang yang telah ada.

Wayang hip hop merupakan perpaduan dari wayang purwo yang diolah dengan lugas dan tidak kaku. Tema yang diketengahkan pada Senin (11/6) malam tersebut adalah ‘Salah Kaprah’. Mengusung tokoh Raden Werkudoro (Bima), Gatotkaca dan Dewi Arimbi. Ketiganya diperankan oleh manusia. Mereka berakting layaknya penyanyi rap (rapper).

Tetapi di sisi lain Punokawan ditampilkan dalam bentuk seperti biasanya yaitu wayang kulit. Pementasan tersebut bercerita tentang perbedaan pola pikir antara kaum muda yang diwakili karakter Gatotkaca dan sesepuh yang dikarakteri Raden Werkudara. Tetapi perbedaan tersebut dapat disatukan oleh Dewi Arimbi.

Selama pementasan juga diselingi lagu-lagu hip hop yang mempunyai pesan moral untuk tidak berlaku buruk terhadap orang tua. Inilah yang membuat para penonton menjadi antusias serta tak ayal tepuk tangan penonton menyertai selama pementasan tersebut.

Menurut Catur Kuncoro selaku dalang wayang hip hop,  wayang tersebut memang di buat berbeda dengan versi aslinya. Hal tersebut dikarenakan apabila tetap mengacu pada wayang yang ada maka anak-anak dan generasi muda akan susah mencerna apa yang terkandung di dalam pementasan tersebut.

Maka dari itu, seniman asal Jogja tersebut menggarap wayang yang bisa diterima oleh kalangan anak muda. Dengan harapan agar nantinya wayang hip hop disukai oleh kawula muda. “Saya prihatin melihat perkembangan anak muda sekarang, dikarenakan kita telah dijajah oleh teknologi dari luar negeri dan melupakan wayang. Dari sini kita akan masuk ke kawula muda lalu apabila mereka telah tertarik pasti mereka akan dengan sendirinya mencari seperti apa versi aslinya,” ujarnya panjang lebar saat ditemui Timlo.net seusai  pertunjukan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge