0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

CFBO, Senjata Anyar Gaet Pasar Properti

KERJASAMA PROPERTI-Direktur Bank Syariah Mandiri, Hanawijaya berjabat tangan dengan Ketua Real Estate Indonesia (REI) Soloraya, Yulianto W Kusuma, seusai penandatanganan memorandum of understanding (MoU) properti, di Best Western Premier Hotel Solo, Senin (11/6) (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo — Setelah satu tahun meluncurkan Consumer Financing Business Office (CFBO) alias kantor yang khusus melayani proses pembiayaan kepemilikan properti, Bank Syariah Mandiri (BSM) makin percaya diri menatap pasar perumahan nasional. Pasalnya, unit anyar ini terbukti bisa menjadi senjata ampuh yang membuat portofolio BSM di bidang properti tumbuh lebih agresif.

Direktur Bank Syariah Mandiri, Hanawijaya, menyatakan dengan dioperasikannya CFBO secara otomatis turut mengerek pertumbuhan pembiayaan properti. Secara nasional, kini pembiayaan untuk kredit pemilikan rumah (KPR) mencapai Rp 75 miliar perbulan, naik cukup tajam ketimbang tahun sebelumnya yang hanya di kisaran Rp 15 miliar hingga Rp 20 miliar setiap bulan.

“Sebelumnya pelayanan dilakukan di cabang-cabang secara tidak terpusat, artinya hanya boleh dilayani oleh masing-masing cabang dari kreasinya sendiri, sehingga menyulitkan nasabah berapa lama dapat kepastian. Namun, kini dengan CFBO nasabah hanya butuh tujuh hari untuk kepastian dapat pembiayaan dari BSM atau tidak,” paparnya, saat ditemui wartawan, seusai acara penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Bank Syariah Mandiri dengan Real Estate Indonesia (REI) Soloraya, di Best Western Premier Hotel Solo, Senin (11/6).

Di Kota Solo sendiri, dengan adanya CFBO yang dipusatkan di Kantor Cabang Pembantu Bank Syariah Mandiri Pasar Klewer, diharapkan bisa membukukan angka pembiayaan perumahan hingga Rp 60 miliar pada 2012 ini. Sementara secara nasional, hadirnya CFBO diharapkan bisa merealisasikan target pembiayaan sebesar Rp 1,3 triliun.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge