0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Belajar dari Tangerang, Walikota Solo Diminta Tegas

Quatly Abdulkadir Alkatiri, Ketua Fraksi PKS DPRD Solo (Dok.Timlo.net/daryono)

Solo — Anggota DPRD Kota Surakarta Quatly Abdulkadir Alkatiri meminta Walikota Jokowi untuk bersikap tegas terhadap kepala SKPD yang tidak mampu menyelesaikan permasalahan di instansinya terkait sejumlah rekomendasi BPK terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas Pertanggungjawaban Peelaksanaan APBD tahun 2011. Hal tersebut diungkapkan Quatly yang sedang melakukan kunker Banggar di Tangerang melalui sambungan telepon kepada wartawan, Senin (11/6).

Menurut Quatly, berdasarkan hasil kunker di Tangerang, Pemkot Tangerang bersikap tegas terhadap SKPD yang tidak mampu menyelesaikan rekomendasi BPK. Pemkot Tangerang bahkan me-nonjob-kan kepala SKPD yang tidak  mampu menyelesaikan rekomendasi BPK dalam waktu 1 tahun. Ketegasan Pemkot Tangerang terbukti dengan berhasilnya Pemkot Tangerang memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 5 tahun berturut-turut dan memperoleh hadiah dari pemerintah pusat sebesar Rp 35 miliar.

Kepala SKPD yang dinonjobkan tersebut, lanjut Quatly adalah mereka yang tidak menindaklanjuti rekomendasi BPK selama 30 hari. Jika 30 hari belum ditindaklanjuti, kemudian kepala SKPD tersebut diberi waktu setahun untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. “Baru jika tidak mampu menyelesaikan permasalahan tersebut dalam 1 tahun, maka kepala SKPD tersebut di-nonjobkan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Quatly.

Quatly menambahkan, Pemkot Solo dalam hal ini walikota seharusnya bersikap tegas terhadap kepala SKPD seperti halnya  yang dilakukan Pemkot Tangerang. Pemkot Solo sendiri meski mendapat predikat WTP namun masih menerima sejumlah rekomendasi oleh BPK diantaranya banyaknya LPJ yang belum disampaikan sejumlah SKPD.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge