0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tedjowulan Belum Kirim Surat Permohonan Maaf

(timlo.net - dhefi)

Solo – Empat hari menjelang Jumenengan Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan belum mengirimkan surat permohonan maafnya pada raja.

Merunut mekanismenya sesuai dengan pertemuan antara kedua tokoh Dwitunggal Keraton dan Walikota/Muspida, sebelum masuk ke dalam keraton, Tedjowulan mengirimkan surat permohonan maaf pada Sinuhun Hangabehi terlebih dahulu. Setelah mendapat balasan dari Hangabehi, Tedjowulan baru masuk ke dalam keraton dengan mejalani ritual adat terlebih dahulu.

Salah satu kerabat keraton yang merupakan adik kandung PB XIII Hangabehi, GPH Madukusumo mengatakan, saat ini kendali keraton berada di tangan raja sepenuhnya. Terkait permintaan maaf dari Tedjowulan yang ditujukan kepada Hangabehi, menurutnya tidak lagi diperlukan karena secara lisan, Hangabehi sudah memaafkan Tedjowulan.

“Sekitar 4-5 hari yang lalu, tepatnya di Sasana Narendra, Sinuhun (Hangabehi–Red) dhawuh, masalah Tedjo tidak usah dipermasalahkan lagi. Sinuhun juga berkata kalau ‘wis tak maafke‘,” katanya kepada wartawan, Senin (11/6).

Ia menceritakan, pada saat Hangabehi berkata seperti itu, banyak kerabat yang menyaksikannya, termasuk dari kalangan GKR Koes Moertiyah atau yang kerap disapa dengan Gusti Moeng tersebut. “Sinuhun juga berkata, tidak usah pakai surat, (Tedjowulan) langsung masuk saja. Kalau orang salah, semua ya salah, jadi tidak usah dipermasalahkan lagi,” terangnya.

Menurutnya, kalau sampai pada saat ini masih ada pihak-pihak yang mempermasalahkan layangan surat permohonan maaf tersebut, itu hanya statemen atas nama pribadi saja. “Surat tidak diperlukan lagi. Kalau ada statement mengenai surat, hanya sebatas statement pribadi saja. Secara substansi, Sinuhun sudah bersabda, dan sebaiknya manut sabda raja saja,” tegasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge