0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wawali Rudy Copot Patok Milik Batik Keris

Wakil Walikota (Wawali) Solo FX Hadi Rudyatmo mencabut papan nama pemilik lahan di kawasan urban forest bantaran sungai bengawan solo (timlo.net - dhefi)

Solo —  Pemasangan papan nama yang dilakukan pemilik lahan di kawasan urban forest bantaran ungai Bengawan Solo menuai persoalan. Papan nama milik PT Batik Keris yang ditanamkan di kawasan itu sejak beberapa waktu lalu tersebut akhirnya dicabut secara langsung oleh Wakil Walikota (Wawali) FX Hadi Rudyatmo, Senin (11/6).

Sebenarnya, tanah bersertifikat Hak Milik (SHM) seluas lebih dari 1.000 meter persegi milik PT Batik Keris tersebut merupakan salah satu dari tanah lainnya yang direlokasi oleh Pemkot. Sebagian pemilik lahan di kawasan bantaran sungai sudah mendapatkan dana ganti rugi. Hanya saja, pemberian ganti rugi terhadap pemilik lahan yang tanahnya di atas 1.000 meter persegi memang diberikan belakangan, menunggu pemilik lahan lainnya yang memiliki luas tanah di bawah itu.

Namun, pemasangan “patok” papan nama oleh perusahaan besar tersebut tidak dibenarkan oleh Wawali. “Pemasangan patok tidak boleh. Harus menunggu (pencairan dananya-red), kalau tidak mempercayai Pemkot lha gimana?” kata Wawali kepada wartawan.

Wawali mengaku, Sabtu (9/6) kemarin, dirinya sudah menghubungi pemilik tanah yang diketahui atas nama Gaitini Cokro (dalam hal ini diatas namakan PT Batik Keris –Red). “Sabtu sudah saya telepon, katanya mau dilepas,” tambahnya.

Namun, karena tidak kunjung dicopot, akhirnya Wawali berinisiatif untuk melepas patok tersebut sendiri. Dengan dibantu oleh petugas Linmas setempat, papan nama akhirnya dilepas oleh Wawali pada hari ini.

Sementara Lurah Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Sri Soegiyanti mengatakan, tanah yang diketahui atas nama Gaitini Cokro tersebut  terdiri dari 4 SHM dengan total luas lahan 1000 meter persegi lebih. “Dulu di sini ada gudangnya. Namun karena letaknya berada pada kawasan bantaran sungai dan ada pembangunan urban forest, gudang tersebut dibongkar,” tuturnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge