0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tari Ritual Dayak di Plaza Sriwedari

tari ritual Dayak di Plaza Sriwedari, Minggu (10/6). (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Dua orang penari menarikan tarian ritual suku Adat Dayak Kalimantan Barat (Kalbar) di Car Free Day (CFD) Jl Slamet Riyadi, Minggu (10/6). Tarian tersebut ditarikan dengan apik oleh dua wanita dengan kostum suku adat Dayak.

Setelah tarian ritual selesai, disusul dengan tarian dayak yang dipentaskan sekitar lima orang. Tarian tersebut menceritakan tentang seorang dara laki-laki yang disukai oleh empat dara wanita. Tetapi di ujung cerita sang laki-laki tersebut tidak memilih mereka semua.

Menurut Ketua Panitia acara Bersama dalam Kreativitas, Wandi Satosa, acara ini digelar untuk mengenalkan budaya Kalimantan Barat di Kota Solo. Selain itu dia juga ingin agar para perantau dari Kalimantan Barat yang tergabung dalam wadah Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Barat (KPMKB) tidak melupakan budaya kampung halamannya.

“Acara ini membuktikan bahwa kami yang jauh dari kampung halaman bisa mengenalkan budaya kami di perantauan,”  ujarnya.

Ditambahkan, di Kalbar terdapat dua suku mayoritas, yakni Suku Dayak dan Melayu. Maka dari itulah dalam pementasan tersebut yang diusung adalah kesenian dari Suku Dayak dan Melayu. Suku Dayak diwakili dengan tarian ritual dan tarian adat khas Dayak. Sedangkan dari Melayu juga menampilkan tarian khas Melayu.

“Di Kalimantan Barat terdapat dua suku mayoritas, yaitu suku Dayak dan suku Melayu. Maka dari itu banyak kebudayaan yang diwarnai oleh kedua suku tersebut,” jelasnya saat ditemui Timlo.net, Minggu (10/9).

Sementara itu, Ezra Mianika salah seorang penari mengaku ingin mengenalkan budaya Kalimantan Barat. Dia berharap agar masyarakat yang tinggal di daerah Solo mengenal mereka melalui wadah yang tergabung dalam KPMKB Solo.

“Dengan acara semacam ini kita menjadi duta kebudayaan untuk daerah kita selain itu juga agar semua masyarakat di kota Solo ini tahu bahwa ada perkumpulan pelajar mahasiswa Kalimantan Barat di kota ini,” ujarnya.

Dalam pementasan yang diadakan di Plaza Sriwedari tersebut  juga disuguhkan kesenian adat Kalbar lainnya, di antaranya permainan gasing serta dinyanyikannya lagu adat Kalimantan Barat.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge