0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gandeng Forum Solo Hijau, BLH Bangun Taman

Dok.Timlo.net/daryono
Kabid Penanggulangan Kerusakan Lingkungan dan Konservasi Sumber Daya Alam BLH, Luluk Nurhayati ()

Solo – Dalam upaya mewujudkan Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH), Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Surakarta akan membangun Taman P2KH seluas 5000 m2 di kawasan Solo Utara. Pembangunan taman tersebut menggunakan anggaran Kementrian PU sebesar Rp 850 juta. Hal ini diungkapkan Kabid Penanggulangan Kerusakan Lingkungan dan Konservasi Sumber Daya Alam BLH, Luluk  Nurhayati, kepada wartawan, Minggu (10/6) di sela-sela deklarasi Forum Solo Hijau (FSH) di Car Free Day (CFD) Jl Slamet Riyadi.

Rencananya, besok BLH akan melakukan survei lokasi yang akan dibangun. Menurut Luluk, rencanya di daerah Kadipiro sekitar ringroad utara. sebelumnya BLH memberikan alternatif tempat di sekitar bantaran urban forest namun tidak disetujui Kementrian PU. “Lokasi kemarin tidak disetujui oleh tim PU. Mereka kurang cocok karena kondisi daerah tersebut sering banjir. Apalagi taman-taman yang sudah ada di daerah tersebut juga banyak yang pemeiliharaannya masih kurang,” ujar Luluk.

Sesuai petunjuk kementrian PU, taman yang akan dibangun tersebut idealnya berada di dalam kota dan mudah diakses masyarakat. Taman tersebut juga menambah luasan RTH. Namun  karena keterbatas lahan jika sesuai kriteria PU tersebut jelas tidak memungkinkan kecuali ada hibah dari masyarakat. Untuk itu kita berikan alternatif di Kadipiro, dan Pak Wali (Walikota Jokowi –Red)sudah setuju,” tambah Luluk.

Dalam membangun taman P2KH tersebut, BLH menggandeng Forum Solo Hijau (FSH) untuk menyusun DED Taman P2KH termasuk penyusunan membuat master plan dan green map. Hal ini, menurut Luluk, merupakan salah satu kelengkapan untuk sosialisasi Taman P2KH

Menurutnya, kelestarian lingkungan tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga komunitas, pemerhati lingkungan dan juga masyarakat sehingga tercipta lingkungan hidup yang teduh, hijau dan lestari. Dengan menggandeng komunitas pecinta lingkungan harapannya kegiatan-kegiatan komunitas tersebut juga di taman-taman yang ada.

“Jika kegiatan mereka di taman, tentunya mereka akan ikut membersihkan taman tersebut, sehingga taman itu tidak njembrung,” ujar Luluk.

 

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge