0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Si Austin, Tuwek Tapi Menggoda

Pengunjung tertarik dengan mobil Austin ’35 (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo —  Pameran mobil-mobil antik yang digelar di Manahan menjadi bukti bahwa mobil tua tidak kalah dengan yang gres atau keluaran saat ini. Meskipun dengan model yang kurang aerodinamis dibandingkan  model sekarang, tetapi di kalangan para kolektor mobil, mereka mempunyai kebanggaan tersendiri apabila memilikinya.

Di antara jajaran mobil yang dipamerkan tersebut ada mobil yang paling tua, yaitu mobil Austin keluaran tahun 1935. Menurut pemilik mobil tersebut, HA Guskom, mobil tersebut sedang dilelang. Penawaran tertinggi mobil tersebut berada pada Rp 260 Juta. Tetapi hal tersebut belum final. “Mobil ini telah di tawar Rp 260 juta, tapi belum sampai pada proses ketok palu,” ujarnya sambil bercanda.

Mobil yang dinyalakan dengan cara diputar bagian poros engkolnya itu, didapatnya juga dari sesama kolektor mobil antik. Mobil tersebut juga pernah dipakai bangsawan Belanda pada waktu lampau. Dia juga menjamin semua onderdilnya masih komplit dan orisinil.

“Saya jamin mobil ini masih jreng, baik onderdilnya maupun tenaganya,” tegasnya.

Ditambahkan, hasil pelelangan mobil tuanya itu nantinya akan diberikan untuk menambah kekurangan biaya pembangunan Monumen Bung Karno di Kota Blitar. Pembangunan Monumen Bung Karno tersebut diprediksi memakan waktu 4-5 tahun. Pembangunannya sendiri sudah dimulai sejak 10 Oktober 2011.

“Hasil pelelangan mobil akan saya gunakan untuk membiayai proyek pembangunan monumen, pembangunannya sudah dimulai tahun lalu,” ujar pria kelahiran Solo tersebut.

Disamping mobil Austin ’35 koleksinya, ada juga Bemo keluaran tahun 1960. Bemo ini masih bisa digeber dengan kecepatan penuh. Uniknya lagi bemo tersebut telah menghabiskan mesin 6 bemo lain untuk dijadikan pengganti spare partnya.  Karena mesin bemo tersebut sudah uzur, dirinya juga kesulitan untuk mencari spare partnya di pasaran, sehingga dipadupadankan dengan mesin bemo yang lainnya.

“Susah sekali Mas untuk mencari spare part mesin ini, harus telaten merawatnya kalau tidak di kanibal yang sudah mangkrak bemo ini,” ujarnya sambil geleng-geleng kepala.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge