0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Merasa Belum Ada Labuh-labetnya

Jokowi Tolak Pemberian Gelar dari Keraton

Walikota Surakarta, Joko Widodo (dok.timlo.net/dhefi nugroho)

SoloJumenengan Keraton pada 15 Juni mendatang tidak lepas dari pemberian gelar atau yang dikenal dengan kekancingan. Terkait pemberian gelar tersebut, Ketua DPRD Kota Surakarta YF Soekasno mengaku telah dihubungi oleh salah seorang Pengageng Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Pengageng keraton tersebut bilang kepada Sukasno agar menyampaikan kepada Walikota Joko Widodo, bahwa Jokowi akan mendapat gelar dari keraton. “Kurang lebih 4 hari yang lalu, sehari setelah pertemuan Muspida dengan Kerabat keraton Kusumawandowo, saya dihubungi via telepon oleh salah seorang pengageng keraton. Intinya saya diminta menyampaikan kepada Walikota, bahwa Pak Wali akan diberi gelar pada Jumenengan besok,” ujar Sukasno kepada Timlo.net, Minggu (10/6) di Taman Cerdas Gandekan.

Ketika ditanya siapa yang menelepon, Sukasno tidak bersedia menjelaskan. Menurut Sukasno, orang tersebut merupakan keluarga dekat dan pengageng keraton. “Tidak usah saya sebut namanya, yang jelas kerabat dekat,” ujar Sukasno.

Oleh Sukasno, pesan tersebut juga sudah disampaikan kepada Jokowi. Menurut Sukasno, Jokowi mengatakan dirinya merasa belum berhak menerima gelar tersebut. “Pak Wali mengatakan kepada saya bahwa beliau (Jokowi) merasa belum melakukan sesuatu yang berharga bagi keraton. Belum ada labuh labetnya, kata Pak Wali. Oleh karenanya Pak Wali akan menolak gelar tersebut,” ujar Sukasno.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mendukung langkah Jokowi menolak gelar dari keraton. “Menurut saya pas, kalau Pak Wali berkata begitu (menolak –Red), karena Pak Wali merasa belum berbuat untuk keraton. Gelar itu kan pribadi. Kalau pak Wali memberi bantuan keraton itu kan atas nama pemerintah, bukan atas nama pribadi Jokowi atau Rudi,” tegasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge