0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jadi Ikon SIPA 2012

Puteri Hangabehi Kuwalahan Menari Tari Modern

GKR Timur Rumbai Kusumadewayani saat foto di Studio Seven Touch, Sabtu (9/6). ()

Solo — Puteri Raja Keraton Surakarta Hadiningrat Paku Buwono XIII Sinuhun Hangabehi, GKR Timur Rumbai Kusumadewayani mengaku agak kuwalahan saat mencoba mengusung tari modern. Pasalnya, puteri Sinuhun yang akrab dengan nama Gusti Rumbai ini lebih punya basic dengan tarian tradisional.

Usai pemotretan untuk ikon SIPA 2012, Gusti Rumbai mengatakan jika dalam pagelaran SIPA 2012 nanti, ia akan mengusung perpaduan antara tarian modern dengan tari tradisional. Dalam proses penggarapan koreografi karya tari tersebut, Rumbai perlu bekerja keras untuk menakhlukkan tempo tari-tari modern yang cenderung cepat. Maka tak mengherankan jika ia terus berlatih untuk event yang akan dihelat di Pamedan Pura Mangkunegaran 28-30 September 2012.

“Tarian yang saya kuasai seperti Tari Srimpi yang gerakannya lemah gemulai, untuk tarian modern saya butuh penyesuaian, tapi saya tidak mengalami kesulitan yang berarti dalam latihan,” jelasnya kepada Timlo.net, Sabtu (9/6).

Tentang keterlibatannya sebagai ikon SIPA 2012, Gusti Rumbai mengaku merasa senang. Pasalnya, tidak semua putra atau putri Solo bisa menjadi ikon dalam pagelaran ini. “Saya sangat senang bisa terpilih menjadi ikon SIPA ini,” katanya.

Menurutnya, SIPA merupakan suatu event yang sangat berpengaruh dalam menggaungkan budaya Indonesia khususnya budaya Solo ke dunia internasional. Selain itu juga agar dunia internasional tidak hanya mengenal Bali dan Yogyakarta, tetapi juga mengenal Solo sebagai tempat budaya. “Solo adalah tempat budaya dan dunia harus kenal dengan Solo,” ujarnya dengan semangat.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge