0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sedimentasi Cekdam Demesan Dikeruk Manual

Tak Mampu Sewa Alat Berat, Keruk Cekdam Pakai Cangkul

Warga Kelurahan/Kecamatan Giriwoyo Wonogiri mengeruk sedimentasi di Cekdam Demesan dengan peralatan seadanya Minggu (10/6) (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri – Lantaran tak mampu menyewa alat berat, ratusan warga Kelurahan/Kecamatan Giriwoyo,Wonogiri, Minggu (10/6) mengeruk sedimentasi di Cekdam Demesan secara manual. Berbekal cangkul, linggis, dan sekop acara pengerukan dimulai sejak pukul 06.00 WIB.

Menurut seorang tokoh masyarakat Giriwoyo, Marino Wijayakusuma sedimentasi terpaksa dikeruk dengan tenaga manusia alias manual pasalnya tidak ada dana untuk meyewa alat berat. “Warga jelas tidak mempunyai anggaran dana untuk menyewa alat berat, ya sudah daripada diam dan tidak ada aksi lebih baik dikeruk saja seadanya, hitung-hitung bisa mengurangi sedimentasi,“ jelasnya.

Dikatakan, Cekdam Demesan merupakan satu-satunya moda irigasi di Kelurahan Giriwoyo sebelah timur Jalan raya Wonogiri-Pacitan. Sehingga jika tidak dikeruk, sedimentasi akan semakin memenuhi lambung cekdam yang otomatis bakalan mengganggu suplai air bagi lahan pertanian.

Terpisah, mantan Lurah Giriwoyo Supardjo berujar, Cekdam Demesan berada tepat di pinggir jalan raya. Dan sering ditemui adanya tindakan kurang terpuji dari sebagian masyarakat.

“Pernah melihat beberapa kali ada yang buang sampah di cekdam, hal ini tentunya akan mengakibatkan tertutupnya pintu saluran air, sehingga  membuat air tergenang dan tanah sedimen tidak bisa larut bersama aliran air, dan tanah akan kian tertumpuk di lambung cekdam,“ terangnya.

Diakuinya ketika menjabat Lurah, memang tidak ada anggaran untuk mengeruk sedimentasi. Sehingga partisipasi aktif masyarakat sangat menentukan untuk menanggulangi masalah itu.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge