0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Juwawut Ketan Kian Langka di Pasaran

Juwawut Ketan (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri – Juwawut Ketan, jenis jajanan pasar yang sempat ngetren di Wonogiri menjelang era kemerdekaan, kini keberadaannya kian sulit ditemui. Pedagang yang masih setia menjualnya terhitung semakin berkurang.

Salah satu pedagang yang tetap setia menjajakan Juwawut Ketan adalah Mbah Mikem (65). Nenek 5 orang cucu asal Desa Sirnoboyo, Kecamatan Giriwoyo ini mengaku sejak muda menekuni usaha pembuatan Juwawut Ketan sekaligus menjualnya.

 “Jualnya di Pasar Giriwoyo, buka dagangan dari Subuh, kalau membuatnya dari jam 3 pagi,“ tutur Mbah Mikem, Minggu (10/6).

Berdasarkan pengakuannya, proses membuat Juwawut Ketan tidak sulit. Hanya ketan dikukus bersamaan dengan biji juwawut atau makanan kesukaan burung perkutut. Setelah matang dibikin bulatan-bulatan sebesar kelereng dan disajikan dengan parutan kelapa plus garam dan dibungkus daun jati.

Satu porsi Juwawut Ketan berisi 10 buah bulatan itu dijualnya Rp 500. “Murah, dari dulu harganya ndak naik, meskipun juwawut nyarinya susah,“ terang Mbah Mikem. Juwawut meski dipesannya terlebih dahulu ke pedagang beras di Pasar Giriwoyo.

Wakidi, seorang penikmat Juwawut Ketan menyayangkan semakin susahnya mencari penganan ini di pasaran. Dirinya mesti jauh-jauh dari Tirtomoyo yang berjarak 20 kilometer dari Giriwoyo untuk melampiaskan hasrat menyantap Juwawut Ketan.

“Dulu di Pasar Kota Wonogiri ada yang jual Mas, tapi kemarin pas saya kesana kok ndak ada, kebetulan hari ini Kliwon, hari pasaran di Giriwoyo sekalian jalan-jalan saya nyari Juwawut Ketan,“ tandas Wakidi.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge