0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Memasuki Musim Kemarau

Permintaan Cacing di Wonogiri Meningkat

Cacing Fosfor seperti ini mengalami peningkatan permintaan memasuki datangnya musim kemarau seperti pada bulan Juni ini (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Seiring datangnya kemarau, aktivitas para penghobi mancing di wilayah Wonogiri mulai bergerak meningkat. Diyakini hasil ikan akan melimpah di musim ini. Hal tersebut berimbas pula pada peningkatan permintaan cacing sebagai umpan pancing.

Jenis cacing yang kerap diburu mancing mania Wonogiri adalah jenis Fosfor dan Bayem. Keduanya merupakan makanan favorit ikan air tawar yang biasa hidup di perairan Waduk Gajah Mungkur (WGM) –lokasi andalan dalam memancing. Jenis ikan terdiri dari nila, betutu, tawes, mujahir dan jambal.

“Memasuki bulan Juni ini banyak yang pesan cacing, baik Fosfor atau Bayem, karena sudah masuk musim kemarau  dimana ikan jadi lebih bongoh (mudah dipancing),“ terang Agung alias Babe, pemilik Toko Pancing 3 Rasa di bilangan Brumbung, Selogiri, Wonogiri Sabtu (9/6). Cacing Bayem dijualnya Rp 6.000 per ons dan jenis Fosfor Rp 4.000/ons.

Dikatakan Agung, dalam sehari, sekitar 8 hingga 10 kilo cacing dagangannya ludes dibeli penghobi mancing. Jumlah tersebut meningkat ketimbang bulan-bulan sebelumnya yang hanya laku kurang dari 5 kilo perharinya.

Darmadi, seorang maniak mancing asal Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi mengaku awal kemarau ikan biasanya banyak berenang di perairan dangkal. Saat itulah waktu yang tepat untuk mencoba keberuntungan mengail ikan.

“Umpan yang paling pas ya cacing Mas, utamanya Fosfor atau Bayem. Dalam satu hari saja biasanya saya bisa menghabiskan 8 ons cacing, ya kadang dapat ikan kadang juga tidak, tapi justru disitulah seninya memancing, habis duit banyak buat beli cacing ndak masalah,“ tutur Darmadi.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge