0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Prihatin Keraton, Nina Akbar Tandjung Menangis

Nina Akbar Tandjung
Nina Akbar Tandjung ()

Solo — Istri mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, Nina Akbar Tandjung menangis ketika menyampaikan keprihatinan permasalahan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kepada pimpinan DPRD Kota Surakarta. Nina yang turut dalam rombongan Tedjowulan tak kuasa menahan air mata saat berbicara tentang kondisi keraton saat ini di Ruang Ketua Dewan, Jumat (8/6).

Menurut Nina, permasalahan keraton tidak bisa dianggap hanya permasalahan keluarga. Jika konflik yang terjadi  saat ini hanya diangap  sebagai permasalahan keluarga, maka hal itu telah bertentangan dengan Undang-undang Cagar Budaya.

Pemerintah, tambah Nina, seharusnya bersikap tegas dan konsisten. Keraton sebagai sebuah institusi cagar budaya tidak lepas dari peran pemerintah. “Apakah jika nantinya di keraton terjadi apa-apa, misalnya penghilangan benda cagar budaya,  pemerintah diam saja? Jika hal itu terjadi, siapa yang bertanggung jawab,” papar Nina.

Selama ini, lanjut Nina, Pemerintah  memberikan dana lewat APBD kepada keraton. Pembiayaan ini seharusnya tidak terbatas pada hal-hal fisik tetapi juga meliputi orang-orang di dalamnya. Pemerintah tidak bisa hanya memberi dana hibah dari APBD, kemudian ketika keraton saling bertengkar membiarkan begitu saja, pemerintah harus konsisten.

Jika kondisi ini dibiarkan, Nina khawatir  keraton sebagai cagar budaya akan hilang. Nina mencontohkan hilangnya situs kerajaan Kartasura dan juga kerajaan Maimunah di Medan yang seharusnya menjadi cagar budaya justru hilang tak berbekas.

“Pemerintah harus melakukan penyelamatan asset-aset budaya, jangan melihatnya hanya permasalahn keluarga, “ ujar Nina sambil terisak tak kuasa melanjutkan kata-katanya.

Nina Akbar Tandjung sendiri masih memiliki hubungan dengan keraton. Ibu kandung Nina merupakan adik kandung ibunda GPH Suryo Wicaksono atau yang biasa dipanggil Gusti Nino.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge