0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Siklus Demam Berdarah Meleset

Waspadalah Demam Berdarah (dok,timlo.net/red)

Solo – Siklus 5 tahunan Demam Berdaran Dengue (DBD) yang diperkirakan terjadi pada bulan Mei-Juni tahun ini ternyata meleset dari perkiraan. Biasanya, pada saat puncak siklus, terjadi endemi secara meluas yang ditandai dengan meningkatnya jumlah penderita di suatu wilayah. Namun yang terjadi di Solo sebaliknya, selama kurun waktu sampai dengan pertengahan tahun ini jumlah penderita DBD justru menurun.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, dalam rentang waktu antara Januari sampai dengan awal Juni 2012 baru terjadi 9 kasus DBD di Kota Solo. Dari jumlah itu, 2 di antaranya meninggal dunia. Jumlah tersebut menurun cukup tajam jika dibandingkam tahun-tahun sebelumnya. Pada 2011 lalu, terjadi 95 kasus DBD dengan jumlah penderita meninggal dunia sebanyak 1 orang. Sementara 2010 terjadi 533 kasus dengan 9 meninggal dunia.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK Solo, Titiek Kadarsih mengatakan, keberhasilan dalam menanggulangi dampak siklus 5 tahunan DBD tak lepas dari peran masyarakat dalam Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). “Kami sudah melakukan antisipasi sejak bulan April kemarin. Karena kita tahu, puncak siklus 5 tahunan DBD terjadi pada pertengahan tahun ini,” katanya kepada wartawan, Jumat (8/6).

Dalam hal ini, lagkah antisipasi yang dilakukan oleh DKK dengan mengajak masyarakat untuk menggiatkan Gerakan 3M, yakni menguras bak air, menutup penampungan air dan menimbun barang bekas. “Selain itu kami juga terus melakukan abatisasi massal pada daerah-daerah yang rawan sarang nyamuk,” terangnya.

Meski terjadi penurunan tajam, ia menghimbau masyarakat untuk tetap waspada. Sebab, endemi DBD biasanya muncul pada musim pancaroba. Tak menutup kemungkinan, akan muncul endemi sekitar bulan Desember mendatang. “Tahun ini diperkirakan terjadi pada awal dan akhir tahun,” imbuhnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge