0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Onde-onde Plethek, Merekah dan Mlethek

(dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri —  Onde-onde plethek, sebuah jajanan pasar yang sangat familiar di daerah Soloraya, lantaran mudah dijumpai di berbagai pasar tradisional.  Bahkan, belakangan ini, di sejumlah pasar modern juga telah memajan  makanan ringan yang agak keras teksturnya tersebut.

“Dinamakan onde-onde plethek karena mlethek-mlethek (retak-retak) Mas, sampai bagian dalamnya terlihat. Tapi justru di sinilah uniknya,“ terang Marni (38) pembuat onde-onde plethek yang membuka usaha di depan rumahnya, samping GOR Girimandala Wonogiri, Jumat (8/6).

Sebenarnya, menurut Marni, cara pembuatan onde-onde hingga bisa mlethek cukup mudah. Rahasianya adalah pada adonannya. Tepung terigu sebagai bahan bakunya setelah dicampur gula pasir, vanili, kuning telur, dan bahan pengembang diaduk dengan dicampur sedikit air hingga mengental dan tak terlalu encer.

“Setelah itu dibuat bulatan-bulatan, selanjutnya tinggal digoreng. Pasti nanti setelah berada di dalam minyak, onde-ondenya bisa mlethek, Mas, “ jelasnya.

Setelah matang kecoklatan dan diangkat serta ditiriskan, barulah onde-onde diletakkan di atas tampah yang telah ditaburi biji wijen. Langkah selanjutnya sama layaknya pembuatan onde-onde kumbu yang berkontur lunak. Yakni onde-onde digoyang-goyangkan di tampah, hingga biji wijen ikut tertempel.

“Walaupun keras, tapi tidak susah dimakan Mas, dan yang membuat orang-orang ketagihan ya bentuknya yang mlethek-mlethek itu,“ tambahnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge