0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

SIEM Bikin Warga Akrab dengan Musik Etnik

Jumpa pers rencana penyelenggaraan SIEM 2012 di Taman Balekambang, Rabu (6/6). (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo —  Solo International Ethnic Music Festival (SIEM) telah mendapat tempat tersendiri bagi warga kota Solo. Tak sedikit warga yang menunggu event dua tahunan ini, sejak pertama digelar tahun 2007 di Benteng Vastenburg, Solo.

Seperti diungkapkan Bayu Ardi. Siswa yang duduk di bangku kelas 2 SMK ini mengatakan dirinya mulai mengagumi event SIEM sejak pertama kali digelar. Saat itu dirinya masih duduk di bangku SD. Dia sangat antusias untuk menonton penampilan dari delegasi-delegasi yang tampil di acara tersebut. “Acara musik etnik ini sangat bagus berbeda dengan acara-acara musik yang lain,” ujarnya.

Menurutny, tema SIEM kali ini sangatlah bagus karena mengusung tema lingkungan hidup yang baru saja diperingati 5 Juni kemarin. Bahkan ia juga berjanji akan selalu hadir menyaksikan pementasan yang disajikan.

Lain Bayu, lain pula Senja Destina. Warga Sumber, Banyuanyar ini mengaku tertarik melihat SIEM karena ingin mengenal lebih jauh lagi musik-musik etnik. Dalam musik etnik yang disajikan, menurutnya terdapat pelajaran yang bisa diambil. Di antaranya musik-musik yang ditampilkan dari luar Jawa yang belum dikenalnya selama ini.

“Gelaran SIEM ini memberi saya pengetahuan sangat luas tentang alat-alat musik daerah yang ternyata bisa dipadu padankan dengan alat musik kontemporer,,” jelasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge