• Rabu, 23 Mei 2012

Radio Amatir Tidak Berizin Lebih Banyak

Aryo Yusri Atmaja - Timlo.net
Sabtu, 10 Juli 2010 | 13:13 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Aryo
Ketua Organisasi Amatir Radio Lokal Surakarta, Sumartono Hadinoto.

Solo – Keberadaan radio amatir di wilayah Surakarta memiliki pertumbuhan yang cukup pesat, tercatat ratusan radio amatir tersebar di wilayah kota Surakarta. Akan tetapi sangat disayangkan bahwa radio-radio amatir yang tersebar itu lantas tidak memiliki izin secara legal. Lebih parahnya lagi jumlah radio amatir yang tidak berizin jauh lebih banyak jumlahnya jika dibandingkan dengan radio amatir lainnya yang memiliki izin secara legal.

Hal tersebut disampaikan oleh ketua Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) Lokal Surakarta, Sumartono Hadinoto yang mengatakan, bahwa radio amatir sudah tumbuh pesat, namun sayangnya jumlah antara yang berizin dan yang tidak berizin, jauh lebih banyak yang tak berizin. “Terus terang yang berizin dan yang tidak berizin banyak yang tidak berizin. Hal ini sudah menjadi wacana umum, tidak hanya di Solo, karena jika menjadi anggota radio amatir kita dibekali hak dan kewajiban, namun hal yang terjadi justru teman-teman radio amatir lainnya hanya lebih mementingkan kewajibannya saja,” ujarnya.

Sementara itu Sumartono juga mengungkapkan jumlah radio amatir di kota Solo mencapai sekitar 400-an. “Jumlah radio amatir di wilayah Solo saat ini sekitar 400-an, sementara yang aktif hanya 150-an, Jumlah radio amatir yang tidak berizin jumlahnya 4 sampai 5 kali lipat dari jumlah radio amatir yang berizin. Untuk itu kami menghimbau teman-teman radio amatir lainnya yang belum berizin supaya sering mengikuti kegiatan emergensi biar masyarakat luas juga tahu,” ungkapnya.

Dijelaskan oleh Sumartono bahwa permasalahan banyaknya radio amatir yang tidak berizin  karena ada biaya yang harus dibebankan. “Sebenarnya biaya yang dibebankan hanya kecil, 3000 rupiah setiap bulannya, kan sangat murah sebetulnya, lagi pula banyak manfaat jika radio amatir sudah terdaftar secara legal, “ jelasnya.

         

Berita Terkait

Komentar

  1. heri.MD

    sabar mas martono, mereka kan belum berapa paham tentang emergency,kalau yang sudah paham pasti ikut yang legal seperti mengunjungi merapi yang dulu sakit. Horas solo peduli merapi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan pdam solo

iklan pln

iklan mettafm