Radio Amatir Tidak Berizin Lebih Banyak
Solo – Keberadaan radio amatir di wilayah Surakarta memiliki pertumbuhan yang cukup pesat, tercatat ratusan radio amatir tersebar di wilayah kota Surakarta. Akan tetapi sangat disayangkan bahwa radio-radio amatir yang tersebar itu lantas tidak memiliki izin secara legal. Lebih parahnya lagi jumlah radio amatir yang tidak berizin jauh lebih banyak jumlahnya jika dibandingkan dengan radio amatir lainnya yang memiliki izin secara legal.
Hal tersebut disampaikan oleh ketua Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) Lokal Surakarta, Sumartono Hadinoto yang mengatakan, bahwa radio amatir sudah tumbuh pesat, namun sayangnya jumlah antara yang berizin dan yang tidak berizin, jauh lebih banyak yang tak berizin. “Terus terang yang berizin dan yang tidak berizin banyak yang tidak berizin. Hal ini sudah menjadi wacana umum, tidak hanya di Solo, karena jika menjadi anggota radio amatir kita dibekali hak dan kewajiban, namun hal yang terjadi justru teman-teman radio amatir lainnya hanya lebih mementingkan kewajibannya saja,” ujarnya.
Sementara itu Sumartono juga mengungkapkan jumlah radio amatir di kota Solo mencapai sekitar 400-an. “Jumlah radio amatir di wilayah Solo saat ini sekitar 400-an, sementara yang aktif hanya 150-an, Jumlah radio amatir yang tidak berizin jumlahnya 4 sampai 5 kali lipat dari jumlah radio amatir yang berizin. Untuk itu kami menghimbau teman-teman radio amatir lainnya yang belum berizin supaya sering mengikuti kegiatan emergensi biar masyarakat luas juga tahu,” ungkapnya.
Dijelaskan oleh Sumartono bahwa permasalahan banyaknya radio amatir yang tidak berizin karena ada biaya yang harus dibebankan. “Sebenarnya biaya yang dibebankan hanya kecil, 3000 rupiah setiap bulannya, kan sangat murah sebetulnya, lagi pula banyak manfaat jika radio amatir sudah terdaftar secara legal, “ jelasnya.
Berita Terkait
Komentar
Tinggalkan Balasan
Berita Terkini
- Juwangi Jadi Sasaran TMMD
- Bus kok Numpaki Pembatas Jalan?
- Pengedar Ganja Diringkus
- Inilah, Ikrar Para Penjual Ciu
- Buku “Kisah Menarik Masa Kecil Pa...
- DPRD Keberatan Dengan Keringanan Re...
- Ayo Berinternet yang Sehat dan Aman...
- Petani Tembakau di Klaten Sulit Ban...
- GMNI Unisri Adakan Sarasehan Kebang...
- Rawan Kecelakaan, Empat Bukaan Medi...
- Belum-belum kok Sudah Bocor
- Selingkuhan Melapor, Oknum Polisi T...
- Mei, Mall Paragon Semarak Event
- Kantor Cabang KSPS Berkah Kebanjira...
- Gagal Dulang Poin di Aceh


Inilah Kronologi Penandatanganan Re...
Kerabat Kusumowandowo Ingin Diperte...
Besok, Hangabehi-Tedjowulan Bertemu...
Kerabat Keraton Datangi Balaikota
KPH Satriyo: Sinuhun Hangabehi Dire...
KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
Sentana Dalem Keraton Urung Menghad...
sabar mas martono, mereka kan belum berapa paham tentang emergency,kalau yang sudah paham pasti ikut yang legal seperti mengunjungi merapi yang dulu sakit. Horas solo peduli merapi