0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

SIEM 2012 Ajak Penonton Ramah Lingkungan

Jumpa pers rencana penyelenggaraan SIEM 2012 di Taman Balekambang, Rabu (6/6). (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

SoloSolo International Ethnic Music Festival (SIEM) ke-4 akan menggunakan Taman Balekambang sebagai tempat pertunjukan. Selain menyatukan music dengan alam sekitar, dipilihnya tempat tersebut juga lantaran Taman Balekambang memiliki nilai sejarah, peninggalan Mangkunegara VII.

Dalam konferensi pers yang diadakan di Taman Balekambang, Rabu (6/6), Putut H Pramono selaku Artistic Director SIEM 4 mengatakan, untuk pemilihan tempat pihaknya sepakat untuk menggelarnya di Taman Balekambang. Hal tersebut bertujuan agar para penonton nantinya bisa menghargai alam yang ada di sekelilingnya. “

Terkadang kita terjebak dengan kampanye penghijauan, tetapi mari kita ubah hal tersebut kita ajak penonton menikmati musik di alam seperti ini (Balekambang) sehingga nantinya penonton akan sadar arti pentingnya lingkungan disekitar mereka,” ungkapnya.

Tema dalam SIEM kali ini adalah Kreta Kencana Musik Mendunia. Rizaldi Siagian selaku Kurator SIEM 2012 mengatakan, tema tersebut diharapkan membuat musik menjadi kendaraan menuju dunia yang lebih luas serta menyatukan perbedaan-perbedaan yang ada. Dengan tema tersebut nantinya SIEM yang selama ini telah terkenal akan menjadi lebih dikenal lagi oleh dunia.

“Kami mengusung tema Kreta Kencana Musik Mendunia agar Kreta Kencana bias menjadi kendaraan music,” ujarnya.

Selain itu dirinya juga mengharapkan dengan adanya SIEM 2012 dapat menjadi wadah pertemuan antara Musik Realitivisme dengan Musik Universalisme.

Seperti pada pagelaran sebelumnya, SIEM kali ini tidak hanya dihadiri dari delegasi dalam negeri saja tetapi ada beberapa delegasi dari luar negeri yang juga ikut memeriahkannya. “Diantara delegasi yang datang dari luar negeri adalah Rhythm de Passion (Singapura), Dr. Avikit Ghosh (India), Meadows World Jamal Mohamed (USA). Serta masih menunggu persetujuan dari beberapa delegasi dari luar lainnya yaitu Japan dan China,” ujar Bambang Sutejo, Ketua SIEM 2012.

Dari dalam negeripun juga tidak kalah diantara delegasi yang datang adalah PSM Voca Erudita (Solo), Balawan (Bali), Esamble Ila Galigo (Makasar), Kidung Urban-Sabar (Surabaya), Karawitan 212-Sutarjo (Bandung), Bahana Etnik-Ferry Herdiyanto (Padang Panjang), Ayu Laksmi dan Svara Semesta (Bali), Dedek Gamelan Orchestra-Dedek Wahyudi (Solo), Sa’unine String Orchestra (Yogyakarta).

Konferensi pers yang diadakan di Balekambang juga dihadiri Ully Sigar Rusady. Selaku seniman, budayawan juga pelestari lingkungan, Ully Sigar  sangat senang bisa tampil di acara dua tahunan tersebut. “Nanti saya akan tampil dengan 250 anak dari Forum Anak Surakarta membawakan konsep tentang lingkungan,” ujarnya.

Seperti diketahui, SIEM merupakan event yang digelar dua tahun sekali. Festival ini merupakan ajang pertemuan para maestro musik dunia yang berkiprah dalam genre musik yang lebih dikenal dengan Music Etnik, World Music atau Root Music. SIEM bagi warga Kota Bengawan ini sudah tidak asing lagi. Kehadirannya mempunyai ruang serta banyak dinanti oleh para penikmat musik.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge