0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sidang Perrdana Pencurian Gerbong

Kepala Depo Terancam 5 Tahun Penjara

Sidang perdana kasus pencurian gerbong, Rabu (6/6) di PN Solo. (Dok.Timlo.net/ Iwan Kawul)

Solo — Sidang perdana kasus hilangnya dua gerbong milik PT KAI di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, Rabu (6/6) siang. Terdakwa Yogo Prasetyo (53), warga Cinderejo Kidul RT 5/ RW VIII Gilingan, Banjarsari didakwa pasal 362 jo 372 KUHP tentang Pencurian dan atau Penggelapan dan terancam hukuman 5 tahun penjara

Tiga Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hambali, Meyana dan Budi Sulistyo dalam dakwaannya mengungkapan, terdakwa murni melakukan pencurian dua gerbong.  Yogo sebagai Kepala Depo dianggap mempermudah dalam melakukan tindak pencurian dua gerbong kuno dan satu unit forklife yang tersimpan di gudang peti kemas Stasiun Jebres.

Setelah pembacaan dakwaan, sidang dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan saksi. Dua saksi yang dihadirkan adalah Heru Hertanto dari Stasiun Jebres dan Sumardi seorang pedagang di sekitar tempat menyimpan dua gerbong tersebut. Dalam kesaksiannya, Heru menerangkan, pertama kali mengetahui dua gerbong kuno itu hilang saat diminta pimpinannya di Daop V PT KAI Yogyakarta, untuk menginventarisasi asset PT KAI, 3 Maret 2012 lalu.

Sementara terdakwa Yogo tak banyak mengomentari tentang dakwaa. Ia pasrah pada kuasa hukum yang ditunjuknya dan jalannya persidangan nanti. “Kita lihat sidang selanjutnya saja,” ungkapnya singkat setelah selesai persidangan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge