0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Calon Perdes Tidak Jadi Merasa Dilecehkan DPRD

Calon Perdes yang tidak jadi kembali mendatangi Gedung DPRD, tetapi mereka gagal menemui anggota dan pimpinan dewan. (dok.timlo.net/agung)

Sragen — Aksi unjuk rasa calon perangkat desa (Perdes) di Kabupaten Sragen silih berganti, dari hari ke hari massa berdatangan, baik dari calon Perdes yang terpilih atau yang tidak terpilih. Pada Rabu (6/6), massa dari kelompok yang menolak hasil seleksi Perdes kembali mendatangi  Gedung  DPRD Sragen. Namun mereka tidak bisa menemui satu pun anggota dewan, baik  Ketua DPRD Sugiyamto ataupun Ketua Komisi I Inggus Subaryoto.

Massa gabungan dari LSM, lurah dan kepala desa (Kades) serta calon perdes korban seleksi tiba di Kantor DPRD Sragen sekitar pukul 10.30 WIB. Setelah menggelar orasi perwakilan massa menemui Sekretariat DPRD, dan menanyakan keberadaaan pimpinan DPRD, serta surat pemberitahuan audensi yang telah dikirim sebelumnya.

Lantaran tidak mampu memberi keterangan terkait keberadaan pimpinan DPRD, Kepala Subag Umum Sekretariat DPRD Setiyadi, terlibat adu mulut dengan perwakilan massa. Dia menjelaskan sudah menyampaikann surat pemberitahuan kedatangan rombongan LSM, lurah serta kepala desa dan calon Perdes yang menolak hasil seleksi, kepada Pimpinan DPRD melalui ajudan.

“Namun sampai hari ini tidak ada jawaban dari pimpinan DPRD apakah diterima atau tidak. Kami juga tidak tahu di mana keberadaan yang bersangkutan dan ketua Komisi I,” kata  Setiyadi di hadapan pengunjuk rasa.

Massa akhirnya memaksa Setiyadi untuk ikut ke Kantor Pemkab Sragen untuk menemui Ketua DPRD. Sebab dari informasi diperoleh keterangan, Ketua DPRD pada Rabu siang tersebutberda di Kantor Bupati untuk menghadiri rapat bersama pimpinan Muspida.

Namun sesampai Kantor Bupati ternyata Ketua DPRD juga tidak berada di tempat untuk menghadiri rapat bersama pimpinan Muspida lainya. Kepala Desa Pringanom, Kecamatan Masaran, Sumarsono kepada wartawan mengatakan, pihaknya merasa dilecehkan oleh Pimpinan DPRD dan ketua Komisi I. Sebab seluruh prosedur dan surat pemberitahuan untuk keperluan audensi sudah dikirim ke DPRD.

“Ini untuk ketiga kali DPRD menghindar menemui kami. Ketakutan ini semakin menunjukkan adanya keterlibatan oknum DPRD dalam seleksi Perdes,” katanya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge