0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tendang Bensin, Suyati Ikut Kebrongot

Suyati mengalami luka bakar ketika terjadi kebakaran di rumahnya. (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen —  Kebakaran kembali terjadi di Sragen. Kali ini kebakaran menimpa sebuah rumah milik Sumardi (61), warga Dukuh Grogol RT 12, Desa Karangudi, Kecamatan Ngrampal, Sragen. Akibat peristiwa itu, istri Sumardi, Suyati (50), menderita luka bakar pada tangan dan kaki, serta kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta

Dari penuturan Suyati, ketika ditemui wartawan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sragen,  Rabu (6/6) siang, peristiwa itu berawal ketika dia hendak menyalakan televisi yang berada di ruang tamu. Begitu dinyalakan aliran listrik langsung mati. Kemudian Suyati mencoba untuk menghidupkan meteran listrik yang anjlok berkali-kali tetapi tidak bisa. Namun begitu meteran listrik bisa dihidupkan ada percikan api dari salah satu kabel yang dekat dengan gorden rumahnya.

“Waktu saya akan nyalakan TV tiba-tiba listrik mati. Saya coba menghidupkan meteran berkali-kali tetapi tidak bisa nyala. Pas nyala ada percikapan api dari salah satun kabel dan langsung membakar gorden,” kata Suyati.

Api pun cepat membesar dan merembet ke dinding rumah yang terbuat dari kayu. Karena panik, Suyati berlari dan menendang 10 liter bensin yang tidak jauh dari pusat api. Dia pun akhirnya ikut terbakar, namun Suyati masih sempat menyelamatkan perhiasan yang terdiri dari kalung, gelang dan cincin.

“Saya terbakar dari lutut ke bawah dan tangan sebelah kanan. Saya sempat menyelematkan perhiasan kalung, gelang dan cincin. Sedianya perhiasan itu memang saya simpan untuk jaga-jaga kalau ada yang sakit,” ujarnya.

Suyati dirawat di Ruang Teratai No 5, tetapi siangnya dia dipindahkan di Ruang Isolasi untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.

Sementara itu kepada Timlo.net, Kapolsek Ngrampal AKP I Ketut Sukarda, mewakili Kapolres Sragen AKBP Susetio Cahyadi, mengatakan, karena rumah Sumardi tersebut terbuat dari kayu menyebabkan api berkobar dengan cepat. Diduga kebakaran tersebut terjadi karena ada hubungan arus pendek atau short-circuit pada salah satu kabel.

“Karena rumah itu terbuat dari papan kayu, menyebabkan api semakin cepat membakar seisi rumah,” katanya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge