0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Tedjowulan Miinta Maaf Sama Hangabehi

Antiklimaks Konflik Keraton Solo

- Timlo.net
timlo.net - dhefi

timlo.net - dhefi

Walikota Solo Joko Widodo, PB XIII Hangabehi dan Tejdowulan usai melakukan pertemuan dengan Muspida

Solo –  Penyelesaian sengketa di tubuh internal Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sudah mendekati titik anti klimaksnya. Rabu (6/6) sore, Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi dan KGPH Panembahan Agung Tedjowulan bertemu dengan Walikota Solo Joko Widodo serta unsur Muspida Kota Solo.

Unsur Muspida yang hadir sore itu antara lain Ketua DPRD Kota Solo YF Sukasno, Kapolresta Solo Kombes Pol Asdjima’in, Kajari Ricardo Sitinjak, dan Dandim 0735/ Solo Letkol Inf Widi Prasetijono. Pertemuan yang berlangsung kurang lebih 1 jam di rumah dinas Walikota Loji Gandrung tersebut membahas situasi terakhir keraton menjelang rencana Jumenengan PB XIII yang rencananya dilakukan pada 15 Juni mendatang.

Usai menggelar pertemuan, Tedjowulan menjelaskan, ada beberapa hal yang telah disepakati bersama. Yakni, pelaksanaan Jumenengan PB XIII tetap dilakukan pada 15 Juni sesuai dengan rencana. “Sudah disepakati bersama, tanggal 15 Juni dilaksanakan upacara jumenengan yang ke-8,” katanya kepada wartawan.

Sebelum hari jumenengan, rencananya PB XIII Hangabehi dan Tedjowulan akan masuk ke dalam keraton. Hanya saja, ia masih merahasiakan kapan mereka masuk ke dalam keraton. Setelah masuk ke dalam keraton, rencananya Tedjowulan akan membuat surat permohonan maaf yang ditujukan pada PB XIII. “Surat itu isinya adalah permohonan maaf, dan untuk bertempat tinggal di dalam keraton,” tegasnya.

Secara lisan, Tedjowulan sudah menyampaikan garis besar isi surat tersebut kepada Hangabehi di depan Walikota dan unsur Muspida. Secara lisan pula, Hangabehi sudah memberi sinyal akan menjawab dan menerima surat tersebut.

“Tadi sudah dijawab secara lisan dan telah disepakati. Yang menanyakan pada sinuhun (Hangabehi) adalah Walikota. Kalau dijawab tidak, saya tidak akan ikut prosesi jumenengan tanggal 15 Juni nanti. Tetapi kalau iya, saya ikut,” terangnya.

Menurutnya, setelah Jokowi menanyakan hal tersebut pada Hangabehi, langsung dijawab “ya” oleh Hangabehi. Tedjowulan sendiri mengaku segera membuat surat tersebut.

Senada dengan Tedjowulan, ketika wartawan menanyakan hal tersebut usai pertemuan, Hangabehi menjawab dengan yakin kalau prosesi jumenengan tetap akan dilaksanakan pada jadwal yang telah ditentukan. “Ya, tetap dilaksanakan jumenengan,” katanya.

Pasca dilakukannya jumenengan, baik Hangabehi maupun Tedjowulan akan melakukan perombakan secara menyeluruh struktur organisasi kelembagaan yang ada di dalam keraton. Perombakan yang dilakukan sendiri, menurut Tedjowulan, adalah perombakan secara internal dan eksternal di dalam keraton.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS