0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ibu dan Anak Sakit Parah, Diduga Kena AIDS

SR yang diduga menderita HIV/AIDS butuh bantuan pengobatan dan perawatan (dok,rumlo.net/byl)

Boyolali —  Seorang ibu dan anaknya diduga terkena virus HIV/AIDS. Kondisinya saat ini sangat memprihatinkan. Keterbatasan biaya, membuat sang ibu harus rela dirawat di rumah orang tuanya. Sementara sang anak, saat ini dibawa ke RSUD Pandanarang Boyolali, karena kondisinya semakin menurun.

SR (36) warga Jaten, Klego, Boyolali terus mengeluh, merasakan tubuhnya yang terasa sangat panas. Begitu juga dengan napasnya yang tersengal-sengal. SR mengaku dadanya terasa panas dan tenggorokanya sakit. Untuk minum saja, SR mengaku sangat sakit.

”Sakit sekali kalau buat minum, ya Allah tidak kuat lagi,” rintih SR di tempat tidurnya yang hanya menggunakan kasur tipis, kemarin.

Sementara sang ibu, Sunarni, dengan setia menunggu anak keduanya tersebut. Untuk makan dan minum, Sunarnilah yang selama ini meladeni. ”Sejak empat bulan lalu, dia tidak bisa kemana-mana, apa-apa yang ditempat tidur, tiap hari terus merintih, sampai tidak tega saya mendengarnya,” ungkap Sunarni sambil mengusap kedua matanya.

Awal penyakit yang diderita anak keduanya itu, Sunarni mengaku SR sakit parah sejak operasi KB setiril setahun lalu. Sebelumnya, memang sudah sering mengeluh sakit di kepala dan perut. Namun karena dianggap sakit biasa, maka hanya diobati obat yang dibeli warung.

”Habis dioperasi langsung sakit parah, sudah kita bawa ke Muwardi (RSUD Dr Muwardi Solo), Pandanarang (RSUD Pandanarang Boyolali), tapi tidak sembuh, kita orang tidak punya, sudah habis uang kita,” ungkapnya berusaha tegar.

Sunarni mengaku dari diagnose dokter, anak dan cucunya, MR (2) menderita penyakit HIV/AIDS. “Penyakit apa itu saya tidak tahu, karena apa saya juga tidak tahu, hanya katanya tidak ada obatnya,” ungkapnya sambil menyuapkan minuman ke mulut SR.

Hal senada juga diungkapkan kakak Sunarni, Sri Nuryati, yang prihatin dengan kondisin keponakanya itu. ”Kasihan dia, tidak bisa kemana-mana, prihatin saya,kapan bisa sembuh,” ungkapnya.

SR sendiri baru sebulan dirawat di rumah. Keterbatasan biaya membuat keluarga memilih merawatnya sendiri. Keluarga ini berharap ada bantuan untuk meringankan beban ini. (byl)



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge