0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Abdullah Ghofar: Mestinya Masuk APBD

Laporan Keuangan BLUD Solo Dipertanyakan

Abdul Ghofar Ismail (Dok.Timlo.net/daryono)

Solo – Komisi IV DPRD Kota Surakarta mempertanyakan konsep dan aturan Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) yang ada di Kota Surakarta. Pasalnya, BLUD yang didirikan oleh SKPD, setelah kemudian berdiri seakan lepas tanpa ada kejelasan pertanggungjawaban keuangannya kemana. Hal ini diungkapkan Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Surakarta Abdullah Ghofar, saat ditemui wartawan di Gedung Dewan, Rabu (6/6).

Dalam prakteknya BLUD yang merupakan badan tersendiri laporannya justru  tidak masuk dalam APBD.  Padahal BLUD masih merupakan lembaga di bawah SKPD yang seharusnya laporannya masuk dalam APBD.

Jika merupakan lembaga di bawah SKPD, maka laporan keuangannya, baik uang masuk maupun uang keluar harus masuk dalam APBD. Tetapi jika lembaga tersendiri, kenyataannya BLUD masih merupakan lembaga di bawah SKPD, contohnya RSUD yang merupakan BLUD masih di bawah Dinas Kesehatan Kota (DKK). “Dengan demikian hal ini menjadi rancu, posisi BLUD ini dimana? Mau dibuat seperti apa?” ujar Ghofar.

Menurut Ghofar, memang idealnya pengelolaan BLUD itu tersendiri. Dengan demikian BLUD bisa mencari dana sendiri. Untuk itulah, dalam waktu dekat ini komisi IV akan mengadakan Bimbingan Teknis (Bintek) khusus BLUD. Komisi IV juga meminta semua SKPD untuk menyamakan persepsi terkait keberadaan BLUD.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge