0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sekda Sayangkan Jika BPSK Tutup

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Budhi Suharto (dok.timlo.net/dhefi nugroho)

Solo — Pemkot sangat menyayangkan jika Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Solo menghentikan operasionalnya gara-gara pemberian dana hibah tidak bisa dicairkan. Meski terbentur oleh aturan Permendagri No. 32/2011 tentang Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang menyebutkan bahwa kepala lembaga penerima hibah tidak boleh seorang PNS, namun masih bisa diupayakan dengan cara lain.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kta Solo Budhi Suharto menjelaskan, sebenarnya masih ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar dana operasional BPSK bisa cair, sehingga tanpa harus menghentikan kegiatan operasionalnya. “Terus terang saya agak merasa prihatin. Saya harap tidak (bubar –Red), karena ketika sebuah jabatan dilegalkan melalui proses pelantikan, mengandung sebuah konsekuensi tidak boleh membubarkan diri,” katanya kepada wartawan, Rabu (6/6).

Menurut Sekda, sedikitnya ada dua cara yang bisa dilakukan. Yang pertama, dengan mengalihkan anggaran hibah dan memasukannya ke dalam pos belanja langsung melalui APBD-Perubahan. “Nantinya menjadi bagian dari kegiatan Disperindag yang nantinya dikendalikan oleh kepala dinas,” terangnya. Dalam hal ini, pencairannya nanti diupayakan pada anggaran APBD-Perubahan.

Namun, menurut Sekda, jika tingkat kebutuhan anggaran tersebut terlalu mendesak, bisa dilakukan dengan meminta permit dari DPRD dengan mekanisme mendahului anggaran. “Seandainya ini menjadi sebuah urgensi, bisa saja mendahului anggaran. Dengan minta permit, mengajukan ke Dewan, dengan pertimbangan urgensinya, termasuk memindahkan rekeningnya, dari kelompok hibah ke belanja langsung,” terangnya. Namun demikian, Sekda lebih cenderung menyarankan untuk menunggu di APBD-Perubahan saja.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge