0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Jokowi Optimis Konflik Keraton Selesai Sebelum Jumenengan

Walikota Solo Joko Widodo bersama Muspida saat menerima para kerabat keraton di Balaikota. (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Walikota Surakarta Joko Widodo memastikan penyelesaian konflik internal Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akan dapat selesai sebelum Jumenengan 15 Juni mendatang. Optimisme ini disampaikan Jokowi, sapaan Walikota, seusai bertemu kerabat keraton beserta Muspida Kota Surakarta, Selasa (5/6) di Balaikota.

“Pertemuan tadi hanya meminta masukan-masukan, keinginan-keinginan seperti apa, kemudian kita tampung dan juga pandangan –pandangan dari Muspida terkait keraton. Semua pandangan disampaikan, karena di keraton ada hukum adat sementara di sini ada hukum positif. Sehingga nantinya semuanya bisa ketemu, harmonis dan rukun,” ujar Jokowi.

Jokowi menilai, saat ini sudah  ada titik temu  dan semuanya punya satu persepsi dimana perlu adanya keharmonisan dan kerukunan di keraton. Jokowi mengakui, ada yang menerima dan ada yang punya keinginan lain.

“Ada yang minta ini dan itu, namanya keinginan ya ditampung. Kami akan rapat lagi dengan Muspida untuk mencari solusi. Ini hanyalah masalah bicara, masalah mendialogkan masalah. Yakin-yakin (konflik internal keraton).. rampung,” tegas Jokowi.

Ditambahkan, semua pihak  ingin suasana dingin dan ingin keraton sebagai pusat peradaban benar-benar terwujud. Jokowi memastikan penyelesain konflik keraton akan selesai sebelum Jumenengan 15 Juni. “Apalagi semua sudah satu kata, baik pemerintah pusat, pemerintah propinsi  maupun  Muspida Surakarta,” ujarnya.

Sementara Kapolresta Surakarta Kombes Asdjimain menyatakan terkait pengamanan menjelang Jumenengan 15 Juni tidak ada pengamanan khusus. “Setiap hari sudah ada pengamanan di keraton oleh polisi pariwisata. Mengingat keraton merupakan asset budaya,” katanya.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge