0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Protes Ganti Rugi Tanah

Warga Blokir Jalan Masuk TPA Winong

Sejumlah warga Desa Winong memblokir jalan masuk ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (dok.timlo.net/byl)

Boyolali — Kesal dengan ganti rugi tanah yang tidak kunjung selesai, sejumlah warga Desa Winong memblokir jalan masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di desa tersebut, Selasa (5/6). Pemblokiran jalan mengakibatkan truk-truk sampah tidak bisa masuk ke TPA.

Jalan masuk satu-satunya menuju ke TPA Winong sejak pagi ditutup. Pemblokiran jalan ini dilakukan dengan menggunakan bebatuan besar dan memasang sebatang besi di tengah jalan. Sejumlah sopir truk sampah dan angkutan batu dan pasir tertahan di jalan masuk. Warga juga memasang spanduk yang berisikan tanah TPA adalah milik kas desa.

Sementara itu, dua unit truk bermuatan sampah yang hendak ke TPA Winong terpaksa tidak bisa masuk ke lokasi. Mereka tertahan di luar. Beberapa petugas berusaha memindahkan batu-batu besar yang digunakan warga agar truk bisa masuk. ”Kita pindahkan dan buka dulu jalannya, baru nanti kita kembalikan batunya,” ungkap Paijo, sopir truk.

Di sisi lain, Kades Winong, Suroso, mengaku aksi warganya itu karena kesal uang ganti rugi lahan yang digunakan untuk tempat pengolahan limbah tinja tidak kunjung diselesaikan. Tanah tersebut, lanjut Suroso, milik kas desa seluas 2.050 meter dan 500 meter untuk jalan masuk.

”Itu kan tanah kas desa, kita sudah minta kompensasi ganti rugi, dan ada kesepatakan yang hingga kini tidak kunjung dipenuhi oleh DPUPPK,” tandas Suroso.

Kesepakatan yang dimaksud, pihaknya meminta agar 10 PNS asal Winong dimutasi ke lokasi yang lebih dekat. ”Kita sudah buat kesepakatan itu, tapi sampai sekarang tidak terpenuhi,” tandas Suroro. Pemblokiran jalan sendiri akan dilakukan hingga tuntutan mereka dikabulkan. (byl)



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge