0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Industri Perhotelan Masih Miskin Tenaga Kerja

General Manager The Sunan Hotel Solo, Dicky Sumarsono (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo — Agresivitas pertumbuhan hotel di sejumlah kota besar, termasuk di Solo sejauh ini belum diikuti besarnya suplai tenaga kerja (Naker). Tak ayal, hingga kini industri perhotelan cenderung ‘miskin’ kuota sumberdaya manusia (SDM).

Hal itu diungkapkan General Manager The Sunan Hotel Solo, Dicky Soemarsono kepada wartawan, di sela-sela acara Hospitality Industry & The Essential, di Agas Hotel, Selasa (5/6).

Menurutnya, angka kebutuhan Naker untuk sektor perhotelan saat ini masih jauh dari kuantitas yang tersedia. Minimnya jumlah Naker yang siap bekerja di hotel jelas tidak sesuai dengan besarnya permintaan SDM yang dibutuhkan.

Padahal, secara nasional pada 2012 ini ada 350 hotel baru yang siap ataupun sudah berdiri di Indonesia. Di Kota Solo sendiri hingga akhir 2017 mendatang, diperkirakan akan ada 18 hotel baru lagi yang siap meramaikan industri perhotelan. Sementara tingkat kebutuhan SDM setidaknya mencapai 50 Naker tiap satu hotel.

“Kebutuhan tenaga kerja untuk perhotelan memang sangat langka, terutama di posisi sales and marketing, termasuk kitchen. Ketika kami membuka lowongan sangat sedikit sekali yang melamar,” ujar Dicky.

Minimnya kuantitas SDM di industri perhotelan ini, diakuinya, tidak lepas dari masih terbatasnya jumlah sekolah perhotelan di Tanah Air, termasuk di Kota Solo. Saat ini saja, jumlah sekolah perhotelan di Kota Bengawan masih di bawah sepuluh unit.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge