0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Seputar Bantuan Dana TIK di 40 Sekolah

Pejabat Disdik Wonogiri Diduga Kongkalikong

Muhaji, Kajari Wonogiri (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Beberapa pejabat di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Wonogiri diduga telah melakukan perbuatan yang melampaui batas wewenang dalam pengelolaan bantuan dana TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) bagi 40 sekolah tahun anggaran 2011.

Perbuatan tersebut yakni ikut cawe-cawe dan mengatur serta main tunjuk dalam menentukan rekanan pelaksana proyek  guna melaksanakan pekerjaan pengadaan peralatan TIK. Padahal berdasarkan aturan main pejabat Disdik tidak diperkenankan ikut bermain dalam menentukan rekanan.

“Pejabat Disdik seharusnya cukup mentransfer sejumlah uang ke rekening sekolah. Dan ini sebenarnya sudah diterapkan, tapi sayangnya diikuti tindakan melakukan penunjukan dan pengaturan siapa-siapa yang ditentukan menjadi rekanan dalam pengadaan peralatan TIK,“ ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wonogiri, Muhaji kepada  wartwan, di kantornya, Selasa (5/6).

Tindakan tersebut, menurut Kajari Muhaji, termasuk sudah melampaui wewenang dan mengakibatkan tidak tertutupnya kemungkinan kongkalikong di antara rekanan dan Disdik. “Seharusnya yang menentukan siapa yang dijadikan rekanan adalah pengguna anggaran itu, yakni sekolah masing-masing. Pejabat Disdik cukup melakukan transfer dana ke rekening dan setelah itu sudah tugas selesai, jangan malah ikut campur,“ tandasnya.

Rahmat Fahry, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Wonogiri menambahkan, bantuan TIK diperuntukkan bagi 40 sekolah dengan besaran mencapai Rp 31 juta setiap sekolah. Dana diperuntukkan bagi pengadaan komputer, laptop, dan LCD (Liquid Crystal Display).Sedangkan rekanan yang ditunjuk berjumlah 7 perusahaan.

Sayang, baik Muhaji maupun Rahmat tidak bersedia menyebutkan inisial pejabat Disdik Wonogiri dan rekanan yang dimaksud.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge