0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Seputar Penggunaan Dana Hibah Rp5 Miliar

Kajari: PDAM Wonogiri Bermasalah

Kajari Wonogiri Muhaji (kedua dari kiri) saat memaparkan temuan di tubuh PDAM Giri Tirta Sari di ruangannya Selasa (5/6) (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogir — PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Giri Tirta Sari Kabupaten Wonogiri dianggap bermasalah. Pasalnya dana bantuan hibah dari program AusAID (Australia Agency for International Development) tidak dipergunakan sebagaimana mestinya.

“Seharusnya hibah dari AusAID digunakan untuk mengcover biaya Sambungan Rumah (SR) baru, sehingga pemohon SR mestinya bisa digratiskan, tapi yang terjadi pemohon tetap ditarik biaya,“ ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Muhaji ketika menggelar jumpa pers, di ruangannya, Selasa (5/6).

Menurut Muhaji, besaran hibah mencapai Rp 5 miliar pada tahun 2010 dan 2011. Dan nominal sejumlah itu berdasarkan ketentuan harus digunakan untuk membiayai SR baru. “Nyatanya menurut keterangan saksi dari pelanggan yang telah kita panggil, ada yang ditarik Rp 800 ribu, ada yang Rp 1 juta, bahkan Rp 1.250.000, dari sekitar seribuan pelanggan baru,“ terangnya.

Penggunaan dana hibah AusAID adalah ketika PDAM Giri Tirta Sari masih dipimpin pejabat atau direktur  lama, yakni Sumadi. “Tapi yang bersangkutan memang belum kita mintai keterangan. Saksi yang telah kita panggil baru sebatas pelanggan sejumlah 20 orang, dan  Pak Marjo (Soemarjo, Ketua Badan Pengawas PDAM –Red). Sementara pihak konsultan karena pertimbangan jarak yang terlalu jauh yakni di Jakarta juga belum kita mintai keterangan,“ tambah Muhaji.

Pihaknya pun bakal segera melakukan penyidikan atas indikasi adanya ketidakberesan dalam pengelolaan keuangan di tubuh PDAM Giri Tirta Sari Wonogiri.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge