0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Aturan Uang Muka Kredit 25%

Wow! DP Ketat, Pelaku Otomotif Tetap Semangat

Ilustrasi (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo —  Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mengatur penetapan down payment (DP) atas kredit kendaraan bermotor (KKB) tak membuat pelaku otomotif gundah. Bahkan, kebijakan itu tak mengurangi semangat kalangan pengusaha kendaraan bermotor untuk merealisasikan target penjualan.

Sebagaimana diakui Area Manager Kurnia Kasih Solo, Suharto, kendati mulai 15 Juni mendatang aturan DP diperketat, namun pihaknya tetap optimistis regulasi tersebut tak akan banyak berpengaruh pada penjualan dealer. Kurnia Kasih sendiri sudah menyiapkan sejumlah strategi alternatif yang diharapkan bisa menjaga ritme pertumbuhan.

“Kami cari solusi yang nggak menabrak ketentuan BI. Selain penjualannya dioptimalkan melalui program arisan, kami juga akan membuka akses ke perbankan syariah,” sebutnya, saat ditemui wartawan, di dealer setempat, Senin (4/6).

Sejauh ini, program arisan yang ditawarkan Kurnia Kasih baru memberi kontribusi sekira 15 persen dari penjualan dealer. Atas dasar inilah pihak Kurnia Kasih bermaksud menggenjot penjualan melalui program tersebut, mengingat dengan aturan DP yang makin ketat potensi penjualan melalui arisan jadi lebih besar.

Demikian pula dengan potensi yang ada di perbankan syariah. Diakui Suharto, potensi pasar ini masih cukup terbuka lebar untuk bisa digarap secara optimal. Pasalnya, banyak di antara kalangan masyarakat yang enggan memanfaatkan akses pembiayaan bank konvensional, namun lebih memilih bank syariah.

Sementara karyawan bagian pemasaran Kurnia Kasih, Agustinus Ekky, berharap regulasi BI yang memperketat ketentuan DP minimal sebesar 25 persen bagi kredit kendaraan roda dua, tidak akan berdampak luas pada pangsa pasar Honda.

“Kami tetap optimis dengan solusi yang ada dan semoga kebijakan tersebut tidak memengaruhi pangsa pasar yang ada,” ujarnya.

Senada, Direktur Utama Sumber Baru Rejeki Motor, Agung Mulyanto, beberapa waktu lalu menyatakan optimismenya penjualan Yamaha akan tetap menunjukkan tren positif, meski Bank Indonesia memperketat regulasi DP.

“Yamaha optimistis akan tetap mencapai target karena untuk kepemilikan motor biasanya pelanggan tidak terpengaruh pada jumlah DP yang dikeluarkan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge