0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Agus Fatchur Rahman:

Bupati Sragen Didesak Batalkan Hasil Seleksi Perdes

Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman, menjelaskan tentang proses seleksi calon Perdes. (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Situasi sempat memanas ketika terjadi dialog antara Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman dengan massa pendemo dari calon perangkat desa (Perdes) yang tidak lolos seleksi yang didampingi kepala desa (Kades) masing-masing. Pasalnya massa tetap bersikukuh agar bupati membatalkan pemilihan Perdes dan telah terjadi kecurangan yang dilakukan panitia kabupaten.

Kecurangan itu menurut Kades Pringanom, Kecamatan Masaran, Sumarsono, adalah nilai PDLT (prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela) yang mempunyai bobot nilai 30% telah dikebiri oleh panitia sehingga nilainya menjadi 27%. Sumarsono meminta panitia agar melihat kembali Peraturan Bupati (Perbup) No. 4 tahun 2009, pasal 14, yang menyatakan hak Kades untuk memberikan penialain PDLT.

“Hak kades adalah 30%. Kenyataannya, dalam form yang ditandatangani oleh Asisten I Sekda Sragen,Parsono, bahwa hak Kades adalah 27%. Di situ dijelakan panitia tidak ntevensi tetapi mengapa mengapa memberikan form antara 60 s/d 90. Itu berarti sudah ke luar dari Perda dan Perbub,” kata Sumarsono di depan Bupati Agus Fatchur Rahman, Senin (4/6).

Bupati Agus, setelah ditunggu seratusan orang pendemo, akhirnya memang menemui mereka. Tetapi Bupati didampingi Asisten I Sekda Sragen Parsono dan Kabag Pemerintahan dan Pertanahan Budiyanto, tetap berdiri di dalam halaman Kantor Pemkab Sragen. Sementara massa pendemo berdiri di luar pagar dengan pagar dalam keadaan tertutup dan dijaga puluhan aparat kepolisian Polres Sragen. Jarak Bupati dengan masaa hanya sekitar 7 meter.

Menanggapi pernyataan Sumarsono, dengan tenang Bupati Agus, menjawab, bahwa tidak ada satu manusia pun yang bisa mendapat nilai PDLT 100. Menurut aturan di Pemkab Sragen dan Negara Republik Indoneia, nilai yang paling tinggi adalah 91, tidak ada nilai 100 dalam penilaian PDLT.

“Kecuali itu manusia yang maha sempurna seperti nabi atau malaikat. Jadi kalau manusia biasa tidak mungkin akan melewati angka 91,” tegas Bupati.

Ditambahkan, dalam proses seleksi calon Perdes semua dilaksanakan berdasarkan pada Perda dan Perbub. Baik dirinya atau panitia sama sekali tidak merubah dari kedua aturan tersebut. Untuk itu, Bupati Agus tetap menyatakan kalau proses seleksi sudah selesai. Dia juga meminta agar semua pihak menghormati adanya dua kepentingan yang berbeda tersebut.

“Kita harus menghormati dua kepentingan yang sangat berbeda. Keputusan seleksi itu adalah keputusan produk hukum. Jadi kalau akan menganulir juga harus dengan produk hukum. Kita konsisten dengan itu semua,” pungkas Agus.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge