0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wawali Buka '1st Annual Solo Skin Art'.

Puluhan Seniman Tato Aksi Rajah Tubuh di Manahan

Wawali Surakarta FX Hadi Rudyatmo membuka '1st Annual Solo Skin Art' di GOR Manahan. (dok.timlo.net/a khalik)

Solo — Puluhan seniman tato, Senin (4/6) berkumpul di GOR Manahan dalam acara pembukaan  ‘1st Annual Solo Skin Art’. Acara ini diikuti 54 peserta dari berbagai kota di Indonesia, di antaranya Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali, Semarang, Malang dan masih banyak peserta dari kota-kota besar lainnya.

Pembukaan acara tersebut dihadiri Wakil Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy). Dalam sambutannya, Rudy mengatakan, seni tato bukanlah suatu hal yang negatif. “Tato sekarang telah menjadi asesoris dalam kehidupan dan dinikmati keindahannya. Cara pandang tentang orang yang bertato itu preman adalah salah, sekarang tato adalah seni tubuh,” ujarnya.

Pihaknya berharap agar para seniman tato menggunakan jarum yang steril. “Tujuannya untuk mencegah penyebaran penyakit HIV/AIDS  yang ditularkan melalui jarum tato. “Satu  orang 1 jarum agar tidak menyebarkan Virus HIV/AIDS dan menghilangkan anggapan bahwa Virus HIV tersebut tersebar karena jarum tato,” jelasnya.

Barkaitan dengan ‘1st Annual Solo Skin Art’ atau seni rajah tubuh yang diselenggarakan di GOR Manahan tersebut, Rudy sangat mendukung karena sesuai dengan visi dan misi Solo sebagai kota budaya, hanya medianya yang berbeda yaitu media tubuh. “Pemerintah Kota Solo mendukung acara ini, kalau tidak mendukung ya tidak terselenggara dong,” ujarnya.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge