0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gagal Temui Dewan, Calon Perdes Gruduk Pemkab Sragen

Kisruh Seleksi Perdes, Bupati Diminta Tanggung Jawab

Massa dari calon Perdes melakukan unjuk rasa dari luar pagar Kantor Pemkab Sragen. (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen —  Calon perangkat desa (Perdes) yang tidak lolos seleksi kembali mendatangi Gedung  DPRD Sragen, Senin (4/6). Namun mereka tidak berhasil menemui pimpinan Komisi I DPRD Sragen yang membidangi pemerintahan. Dengan menggunakan kendaraan roda empat dan motor, mereka akhirnya mendatangi Kantor Pemkab Sragen untuk menemui Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman.

Massa mencoba memasuki halaman Kantor Pemkab Sragen, tetapi dihadang puluhan Satuan Sabhara Polres Sragen yang sebelumnya sudah siaga. Tidak ketinggalan,  aparat Satpol PP pun segera menutup pagar besi dan berjaga-jaga dari dalam pagar. Akhirnya massa yang didampingi LSM dari Forum Masyarakat Sragen (Formas) dan Dewan Reformasi Rakyat Rakyat Sragen (Derras) tersebut tertahan di depan pintu gerbang Kantor Pemkab.

Kepala Desa Pringanom, Masaran, Sumarsono, dalam orasinya mengatakan, bahwa dalam pemilihan Perdes diwarnai kecurangan yang dilakukan, baik oleh anggota dewan ataupun panitia. Pihak eksekutif selalu mengatakan kalau pemilihan Perdes sudah sesuai dengan peraturan dan dilakukan dengan bersih. Tetapi ternyata ada yang bermain di belakangnya.

“Mereka yang ngomong, selama ini pemilihan (Perdes) dilakukan dengan bersih, ternyata bermain di belakangnya. Katanya mbelo wong cilik,” kata Sumarsono.

Sedangkan Ketua Derras, Sunarto, mengatakan, Bupati Agus Fatchur Rahman harus bertanggung jawab terhadap kondisi yang terjadi di Bumi Sukowati sekarang ini. Dia mendapatkan informasi bahwa di beberapa kecamatan rekruitmen calon Perdes diwarnai dengan jual beli hingga puluhan juta rupiah.

“Kalau bupati tidak terlibat dalam permainan ini, maka bupati harus membatalkan hasil seleksi dan diadakan pemilihan ulang,” katanya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge