0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ontran-Ontran Keraton Solo

Ibu-ibu di Sukoharjo Minta Keraton Solo Rukun

Sejumlah ibu rumah tangga di Sukoharjo berharap konflik di Keraton Solo segera berakhir. (Dok. Timlo.net/ Sahid)

Sukoharjo – Sejumlah ibu rumah tangga di Sukoharjo menggelar aksi dukungan terhadap Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Pasalnya, ribut di Keraton Solo yang berlarut larut dikhawatirkan akan berdampak negatif pada nilai kebudayaan yang ada di keraton.

Dengan membawa poster bertuliskan harapan Keraton Solo rukun, serta menari dengan iringan tembang Ilir-ilir, para ibu rumah tangga yang berkasi di Perumahan Joho Baru Sukoharjo, Sabtu (2/6) sore. menyuarakan perdamaian untuk Keraton Solo. Mereka meminta permasalahan Keraton Solo segera dapat diselesaikan dengan damai.

Menurut mereka, keraton merupakan pusat kebudayaan di Jawa Tengah yang seharusnya dapat memberikan contoh baik untuk masyarakat. Selain itu, keraton merupakan simbol Kota Solo dan sekitarnya yang menunjukkan karakter wong soloraya.

“Melihat permasalahan di Keraton Solo berlarut larut, kita turut prihatin. Kami harap Keraton Solo segera berdamai. Keraton itu panutan untuk rakyat. Jika keratonnya saja kisruh bagaimana dengan rakyat nantinya. Crah agawe bubrah, rukun agawe santosa, ayo podo rukun,“ ujar Danung Susanti, salah seorang warga.

Sementara itu, penggagas aksi dari Musem Rekor Sukoharjo, Bimo Kokor Widjanarko, mengatakan, dengan damainya Keraton Solo dapat membuat keraton kembali sumunar.

“Dengan rendah hati, kami meminta sudahi pertengkaran di keraton. Kerukunan perdamaian, dengan ketulusan hati dan saling memberi maaf, niscaya Keraton Solo akan turun lagi wahyunya. Keraton Solo akan sumunar seperti yang kita inginkan bersama,” ungkap Bimo Kokor Widjanarko.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge