0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kalah dari Persis Solo

Pupus Sudah Harapan Mahesa Jenar ke IPL

Persis vs PSIS Semarang di Stadion Manahan, Minggu (3/6). (Dok.Timlo.net/ Aryo Yusri Atmaja)

Solo — Jalan menuju tiket promosi ke Indonesia Primer League (IPL) bagi PSIS Semarang akhirnya pupus sudah. Ya, PSIS yang berpeluang menggeser PSIR Rembang di peringkat kedua, namun berakhir sirna usai menyerah dari tuan rumah Persis Solo 1-2 di Sstadion Manahan, Minggu (3/6) sore. PSIS justru berada di peringkat kelima dengan 27 poin.

Andaikata berhasil menjungkalkan Persis Minggu sore, PSIS akan nangkring di urutan kedua di bawah Persepar Palangkaraya. Namun hal itu urung terjadi karena dua gol dari Javier Rocha dan Ferryanto membuat PSIS pulang dengan tangan hampa. Gol dari Steven Anderson juga tak mampu menyelamatkan klub berjuluk Mahesa Jenar dari kekalahan.

Pelatih PSIS Gusnul Yakin memuji penampilan anak asuhnya yang telah bermain maksimal, meski hasil akhir membuatnya tersingkir dari perebutan tiket promosi. Dirinya juga menilai keputusan wasit yang cukup kontroversial dengan memberikan hadiah penalti kepada Persis.

“Para pemain sudah bermain maksimal. Untuk penalti Persis kami menyayangkannya, wasit salah mengambil keputusan. Saya tidak mendapati pelanggaran,” ungkap Gusnul usai pertandingan.

Menanggapi sikap salah satu pemain asingnya yakni Vitor Borges yang marah dan memaki-maki karena ditarik keluar, membuat Gusnul geram atas reaksinya. Menurut pelatih asal Malang ini, sikap Borges tidak profesional untuk sekelas pemain asing.

“Dia (Borges) tidak seharusnya bersikap seperti itu. Sangat tidak profesional untuk ukuran pemain asing. Saya harap pemain lain tak mencontohnya,” terang Gusnul.

Borges terlihat marah ketika Gusnul menariknya di menit 80 dan digantikan Engkus Kuswaha. Borges tampak emosi dan tidak duduk di bench cadangan ketika diganti, namun malah bergegas ke ruang ganti sembari mencopot kausnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge