0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ikon Kota Susu di Boyolali Mulai Pudar

peternak sapi mulai dibangkitkan (Dok.Timlo.net/ Byll)

Boyolali — Anda suka susu? Bicara tentang susu, tentu tidak akan lepas dari predikat kota yang terletak di lereng Merapi, Boyolali. Sebutan tersebut hampir dikenal dimanapun dan menjadi ciri khas Boyolali. Bahkan sampai dibikin lagu “Susu Boyolali” yang menjadikan semakin tenar.

Sayangnya, perkembangan sapi perah sebagai penghasil susu, belakangan ini mulai menurun. Penurunan produksi susu sapi disebabkan banyaknya peternak sapi perah yang pindah haluan memilih beternak sapi daging. Kondisi ini disebabkan beberapa faktor, diantaranya mahalnya biaya pakan dan kwalitas susu yang rendah.

Kondisi tersebut menjadi keprihatinan di DPRD Boyolali. Bila dibiarkan, ikon Boyolali sebagai Kota Susu bisa hilang. ”Sayang sekali kan bila itu hilang, kita mencoba melakukan gebrakan dengan mengumpulkan peternak sapi perah untuk mengeliatkan kembali peternakan sapi perah di Boyolali,” ungkap Wakil Pimpinan DPRD Boyolali, Turisti Hindriya, Sabtu (2/6), saat mengumpulkan puluhan peternak sapi perah.

Puluhan sapi peternak yang dikumpulkan untuk sementara berasal dari tiga kecamatan penghasil susu sapi, Mojosongo, Cepogo, dan Musuk. Dalam kesempatan tersebut, peternak mengeluhkan berbagai kendala yang dihadapi saat ini. Seperti masalah mahalnya harga pakan, susu sapi yang selalu ditolak KUD karena kwalitas jelek dan harga susu yang rendah.

“Selama ini kita sering diombang ambingkan harga susu, pakan juga, padahal kwalitas susu sangat tergantung juga dengan pakan yang kita berikan,” ungkap Sarwoto, peternak sapi perah asal Cepogo. (byl)

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge