0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perdes Terpilih Desak DPRD Cabut Rekomendasi Status Quo

Calon Perdes terpilih beraudiensi dengan Komisi I DPRD Sragen, menuntut pencabutan status quo. (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Calon perangkat desa (Perdes) yang tergabung dalam Forum Perangkat Desa Terpilih (FPDT) mendesak Komisi I DPRD Kabutaen Sragen untuk menerbitkan surat usulan pelaksanaan pelantikan perangkat desa dan meminta pencabutan surat rekomendasi status quo penerbitan SK penetapan oleh kepala desa (Kades) dan pengesahan SK oleh Bupati.

Selain itu, dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Serbaguna DPRD Sragen, Sabtu (2/6) siang, ratusan masa FPDT juga meminta agar Komisi I DPRD Sragen mencabut surat rekomendasi tentang status quo penerbitan SK penetapan oleh Kepala Desa dan pengesahan SK Bupati yang telah disepakati dalam audiensi dengan calon Perdes yang tidak jadi, Kamis (31/5).

Atas desakan tersebut, akhirnya Komisi I yang diketuai oleh Inggus Subaryoto tersebut membuatkan surat usulan pelaksanaan pelantikan perangkat desa dan meminta pencabutan surat rekomendasi status quo.

Koordinator FCPDT Sragen, Suyatno, mengatakan, proses seleksi calon Perdes sudah sesuai dengan Perda Nomor 15 tahun 2006 dan Perbup Nomor 4 tahun 2009. Apabila ada pihak-pihak yang tidak setuju dengan hasil pengumuman seleksi calon perangkat desa tersebut agar menyelesaikan melalui jaluir hukum.

“Hasil audiensi ini diharapkan dapat mempercepat proses pelantikan calon perangkat desa yang terpilih. Karena kalau ditunda akan membawa dampak sosial di masyarakat. Jadi kami minta jangan menunda proses pelantikan,” kata Suyatno.

Dalam audiensi itu, Ketua Komisi I Inggus Subaryoto didampingi Wakil Ketua DPRD Sragen sebagai pimpinan rapat, Giyanto. Sedangkan dari eksekutif tampak hadir Asisten I Sekda Sragen Parsono, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pertanahan Kabupaten Sragen Budiyanto, Kepala Kesbangpolinmas Sragen Suharto.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge