0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sepeda Onthel Masih Diburu Banyak Kalangan

Suasana pasar sepeda di Baturetno Wonogiri, Minggu (3/6) (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Popularitas sepeda tua onthel atau di sekitar Soloraya disebut pit kebo naga-naganya belum bakal menurun. Terbukti dari masih banyaknya penggemar dan pemburu sepeda dengan karakter rangka kuat dan ukuran besar tersebut.

Para penggemar onthel tak hanya didominasi kalangan anggota komunitas. Beragam elemen pun mengaku gandrung dengannya. Mereka rela berburu onthel hingga ke pelosok daerah.

Seperti dituturkan Naryono (68), pensiunan guru dari Kabupaten Magelang kepada Timlo.net di seputaran pasar baru Baturetno Wonogiri, Minggu (3/6). Dirinya sengaja datang jauh-jauh guna mencari onthel untuk digunakan anggota keluarganya.

“Minggu ini pasarannya Pon Mas, merupakan hari pasaran pasar sepeda di Baturetno, ya sekalian jalan-jalan dan siapa tahu ada onthel yang cocok,“ ujarnya.

Naryono mengaku tengah mencari jenis dari merk lama. “Kalau nggak Batavus, ya Germaan, Gazelle,Locomotief, atau Opel, karena terbukti kuat dan mantap handling-nya,“ terang kakek dari 3 orang cucu ini.

Sementara seorang pedagang, Amang mengatakan, permintaan onthel belakangan masih mengalir. Terutama di sekitar Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi). “Masih banyak yang pesan Mas, saya sampai sedia barang di rumah, ada sekitar 30-an onthel,“ jelas warga Desa Watuagung Kecamatan Baturetno ini.

Dari sekian banyak persediaan dagangannya, merk Gazelle yang mendominasi. Harganya dibanderol 1 hingga 2 juta rupiah. “Harga juga tergantung kondisinya Mas, kalau yang merk Phoenix dengan kondisi apa adanya, tanpa lampu, kunci roda dan rangka berkarat ya cuma Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu,“ imbuh Amang.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge