0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jumenengan PB XIII Tetap Sesuai Rencana

Penandatanganan Nota Kesepahaman keraton Surakarta sebagai peninggalan budaya dan umat manusia oleh PB XIII Hangabehi dan Patih Tedjowulan, disaksikan oleh Walikota Solo Joko Widodo (timlo.net - iwan)

Solo — Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi dipastikan melaksanakan Jumenengan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada hari yang telah ditetapkan sebelumnya. Meski situasi di dalam keraton masih belum menentu akibat konflik internal yang tak kunjung reda, namun rencana Jumenengan PB XIII tetap akan dilaksanakan pada 15 Juni mendatang.

Salah satu kerabat keraton yang pro rekonsiliasi, KGPH Suryo Wicaksono mengatakan, kepastian waktu Jumenengan tetap pada rencana semula. Sebelum hari Jumenengan, PB XIII Hangabehi dan KGPH Panembahan Agung Tedjowulan bersama dengan pengikutnya tetap akan masuk ke dalam keraton.

Menurutnya, saat ini pihak Hangabehi sedang melaksanakan persiapan untuk melakukan upacara Jumenengan. “Sedang kami persiapkan ubo rampenya. Saat ini juga sudah ada latihan menari, dan persiapan lain menjelang acara Jumenengan,” tuturnya kepada wartawan, Sabtu (2/6).

Terkait masih adanya pihak-pihak yang tidak setuju dengan upaya rekonsiliasi Hangabehi-Tedjowulan, pria yang kerap disapa dengan Mas Nino ini mengatakan pihaknya sedang melakukan beberapa langkah antisipatif. Di antaranya, Senin (4/6) besok, kedua pimpinan Dwitunggal keraton, yakni Hangabehi dan Tedjowulan akan menghadap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi untuk membicarakan perkembangan terakhir yang ada di dalam keraton.

Menurutnya, upaya rekonsiliasi mendapat dukungan penuh dari pemerintah. “Baik dari Gubernur, Mendagri maupun Presiden, mendukung penuh upaya rekonsiliasi,” tegasnya.

Ia mengharapkan setelah bertemu dengan Mendagri pekan depan bisa didapatkan solusi alternatif yang lebih baik untuk memecahkan persoalan yang melanda internal keraton agar tidak berlarut-larut.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge