0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembatasan BBM Bersubsidi

Weleh! Mobil Pelat Merah Ngeyel ‘Minum’ Premium

Stok BBM di SPBU dijamin aman selama masa Lebaran (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo — Instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk mobil dinas pemerintah, termasuk mobil operasional BUMN dan BUMD, rupanya masih disikapi miring oleh sebagian masyarakat. Ini terbukti dari masih banyaknya pengguna kendaraan (mobil) pelat merah yang mengonsumsi premium pada hari perdana pemberlakuan pembatasan BBM bersubsidi, Jumat (1/6).

Sebagaimana terjadi di SPBU Lor Beteng, diakui pengawas setempat, Danang Romi Wijaya, meski Pertamina sudah merilis pernyataan resmi terkait pelarangan konsumsi premium untuk mobil pelat merah, namun masih banyak pelanggan yang enggan mematuhinya. Kebanyakan masih memilih premium sebagai bahan bakar kendaraan ketimbang mengisinya dengan pertamax.

“Kami tadi malam (Kamis –Red) sudah mendapat instruksi dari Pertamina UPMS IV. Isinya bahwa mulai jam 00.00 WIB, jika ada kendaraan yang tidak berhak menggunaan BBM bersubsidi agar diarahkan untuk ke dispenser pertamax. Namun, realisasinya banyak pelanggan yang menolak dan lebih memilih premium,” terang Danang, saat ditemui wartawan.

Ia pun mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi itu. Mengingat para pelanggan berdalih belum ada instruksi dari lingkungan kerjanya terkait penggunaan BBM nonsubsidi (pertamax). Sementara SPBU sendiri hingga saat ini belum mendapatkan petunjuk pelaksanaan (Juklak) terkait teknis maupun pengawasannya.

“Kami baru sebatas menyarankan agar pengguna mobil pelat merah membeli pertamax,” kata Danang.

Terpisah, pemilik SPBU Jl Raya Solo-Baki, Glondong Rumbogo, menyatakan penerapan pembatasan BBM bersubsidi sudah pasti akan butuh pengawasan yang memadai. Oleh sebab itu, diharapkan pemerintah bisa serius menerapkan pengawasannya, sehingga tidak menjadi bumerang bagi pihak SPBU.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge