0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Gusti Moeng: Sinuhun Tidak Bisa Dianggap Sehat 100 %

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (timlo.net - dhefi)

Solo —  Acara Wilujengan yang digelar Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (Pakasa), Kamis (31/5) kemarin, tidak hanya sekadar menjadi wilujengan, tetapi juga sebagai ajang konsolidasi kekuatan kerabat keraton yang kontra rekonsiliasi Hangabehi-Tedjowulan.

Di hadapan ratusan Pakasa, salah seorang kerabat keraton, GKR Wandansari atau yang biasa disebut Gusti Moeng, mengungkapkan kemarahannya atas rekonsiliasi Hangabehi-Tedjowulan. Gusti Moeng menegaskan, keraton tetap akan menjalankan pemerintahan keraton sesuai paugeran yang ada. Keraton sudah menetapkan wilayah adat yang tidak bisa dirubah-rubah.

“Jika ada pihak-pihak yang kemudian menetapkan raja sendiri di luar keraton silahkan dijadikan raja sendiri,” ujar Gusti Moeng dengan nada tinggi yang disambut tepuk tangan Pakasa.

Gusti Moeng menuding ada dalang di balik penetapan Hangabehi-Tedjowulan sebagai Dwitunggal keratonl. “Itu sengkuninya siapa? odo-odonya siapa? Dalangnya siapa? Kok tah-tahu, Hangabehi  ditarik-tarik kemudian dibodohkan. Hal ini jelas-jelas menginjak harga diri keraton,” tegas Gusti Moeng.

Lebih lanjut Gusti Moeng meminta kepada Walikota Surakarta Joko Widodo untuk mengembalikan Sinuhun Hangabehi ke keraton. Hal ini karena Sinuhun tidak bisa dianggap sehat 100 persen. “Sinuhun itu gak bisa baca, gak bisa nulis, kok tahu-tahu suruh tanda tangan,” ujar Gusti Moeng lagi.

Ditegaskan, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat tidak ada konflik dan sudah berjalan baik. “Pihak-pihak yang mengganggap adanya dua raja itulah yang memicu konflik,” tambah Gusti Moeng.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge