0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkot Solo Belum Dapat Stiker Pertamax

ilustrasi (timlo.net - dhefi)

Solo — Pemkot Solo belum mendapatkan keterangan resmi dari pemerintah pusat terkait himbauan penggunaan bahan bakar nonsubsidi bagi seluruh mobil dinas milik pemerintah. Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghimbau agar mobil dinas yang ada di Indonesia agar menggunakan BBM nonsubsidi per tanggal 1 Juni ini. Diwacanakan pula, seluruh mobil dinas akan ditempeli stiker khusus sebegai penanda bahwa mobil tersebut harus menggunakan BBM non subsidi.

Wakil Walikota (Wawali) Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menjelaskan, seharusnya pemerintah pusat segera mengirimkan surat perintah kepada semua kepala daerah yang berisi himbauan tersebut. “Kemarin kan baru pidato, baru perintah lisan. Mestinya ada surat perintah langsung dengan tertulis,” terangnya kepada wartawan, Jumat (1/6).

Perihal stiker yang rencananya dipasang pada setiap mobil dinas, hingga kini belum diterima oleh Pemkot. “Kalau sudah menerima stiker tentunya akan kami pasang. Lha ini belum,” tambahnya.

Namun demikian Wawali mengaku, selama ini mobil dinas milik Walikota dan Wawali menggunakan bahan bakar Pertamax. “Kalau mobil dinas Walikota dan Wawali dari dulu tidak pernah pakai BBM bersubsidi, pakai Pertamax terus,” tegasnya. Di satu sisi, untuk mobil dinas lainnya, pihaknya sampai saat ini masih menunggu surat edaran dari pemerintah pusat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo Budhi Suharto mengatakan, jika aturan penggunaan BBM nonsubsidi diberlakukan, maka perlu disiapkan tambahan anggaran dalam APBD untuk operasional mobil dinas. “Kami tetap harus menyiapkan tambahan anggaran operasional pada pembahasan perubahan APBD nanti,” tutur Sekda.

Salah satu solusi pemberian alokasi anggaran untuk tambahan operasional mobil dinas, dimungkinkan akan menggunakan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa). Di tahun anggaran ini, menurutnya ada Silpa sekitar Rp 95 Miliar.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge